#TempoThread
Presiden Prabowo berencana memperluas lahan sawit dan mengorbankan pohon hutan.
Katanya, sawit juga pohon yang dapat menyerap karbondioksida🌳
Tapi, emang pohon sawit dan pohon hutan itu beneran sama, ya?🤷♀️
A Thread x.com
Presiden Prabowo berencana memperluas lahan sawit dan mengorbankan pohon hutan.
Katanya, sawit juga pohon yang dapat menyerap karbondioksida🌳
Tapi, emang pohon sawit dan pohon hutan itu beneran sama, ya?🤷♀️
A Thread x.com
Kalau pohon sawit cuma nyimpen karbon 40-80 ton per hektare per tahun, sedangkan hutan tropis bisa nyimpen sampai 300-500 ton per hektare.
Hmm, kayaknya beda jauh banget, kan?
tempo.co
Hmm, kayaknya beda jauh banget, kan?
tempo.co
Itulah yang dijelasin oleh Herry Purnomo, Koordinator Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Cifor), yang dengan tegas menjelaskan bahwa "Setiap hektare perkebunan sawit hanya bisa menyimpan karbon sebesar 40-80 ton”.
Sementara, cadangan karbon hutan mencapai 300-500 ton per hektare dalam setahun.
Nah, yang bikin jadi masalah adalah pernyataan Prabowo Subianto yang nyamain sawit sama pohon hutan alam.
tempo.co
tempo.co
Prabowo bilang kalau sawit itu pohon juga, jadi nggak usah khawatir soal deforestasi.
🗣️Prabowo: "Enggak usah takut, katanya membahayakan, deforestasi, namanya kelapa sawit. Dia pohon, ya kan?" x.com
🗣️Prabowo: "Enggak usah takut, katanya membahayakan, deforestasi, namanya kelapa sawit. Dia pohon, ya kan?" x.com
Tapi, sebenernya, membandingkan keduanya itu salah besar, karena kita nggak cuma bicara soal pohon, tapi juga soal ekosistem yang ada di sekitarnya.
Sebab, kalau perluasan perkebunan sawit terus dijalanin tanpa mikirin dampaknya, kita malah bisa ngerusak ekosistem yang sudah ada.
Ekspansi kebun sawit mungkin bisa nyumbang ke ekonomi dalam jangka pendek, tapi jangka panjangnya bisa bikin kerugian yang jauh lebih besar, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. x.com
Herry juga ngingetin, kalau deforestasi itu bukan cuma soal hilangnya pohon, tapi juga hilangnya keanekaragaman hayati, sumber air, dan keseimbangan ekosistem yang ada.
tempo.co
tempo.co
Selain itu, peneliti dari Universitas Mulawarman Yohanes Budi Sulistioadi juga menekankan bahwa kerugian ekologis akibat alih fungsi hutan akan jauh lebih besar dari keuntungan ekonomi yang dihasilkan dari sawit.
🗣️Budi: "Sudah banyak contohnya, seperti di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Semua hutan sudah jadi perkebunan sawit."
Contohnya aja di Kutai Barat, Kalimantan Timur, di mana seluruh hutan berubah jadi kebun sawit.
Ekonominya sih tumbuh, tapi masyarakatnya harus menghadapi masalah baru.
Ekonominya sih tumbuh, tapi masyarakatnya harus menghadapi masalah baru.
Mereka jadi tergantung sama barang-barang yang dulu disediain hutan, plus masalah-masalah seperti kebakaran hutan dan air yang jadi tercemar. x.com
Budi juga ngasih saran agar pemerintah nggak sembarangan ngerusak hutan untuk sawit.
Masih banyak lahan terbengkalai yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan perkebunan tanpa merusak alam.
Masih banyak lahan terbengkalai yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan perkebunan tanpa merusak alam.
🗣️Budi: "Di Kalimantan Timur aja, ada 1-2 juta hektare lahan yang tak dikelola."
Jadi, daripada terus-terusan ngebuka lahan hutan untuk sawit, lebih baik kita mikirin dampak jangka panjangnya.
Kalau ekosistem kita rusak, ekonomi juga yang bakal rugi. x.com
Kalau ekosistem kita rusak, ekonomi juga yang bakal rugi. x.com
Gimana menurut kalian?
Dapatkan informasi berkualitas dengan berlangganan Tempo Digital Premium.
Klik di sini 👉 langganan.tempo.co
Klik di sini 👉 langganan.tempo.co
Loading suggestions...