21 Tweets 34 reads Sep 20, 2024
#TempoThread
Perang Dingin di Balik Layar ❄️
Saat transisi pemerintahan berlangsung, isu keretakan antara Jokowi dan Prabowo kembali mencuat. Komentar dari akun Fufufafa juga menambah bumbu kontroversi..
A Thread
Dalam sidang kabinet terakhir pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, Presiden Joko Widodo mengumumkan kerangka transisi pemerintahan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Beberapa sumber dari partai koalisi Prabowo melaporkan bahwa Prabowo merasa kecewa dengan kondisi pemerintahan saat ini, terutama setelah demonstrasi menentang revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah.
Kekecewaan ini muncul karena Prabowo tidak ingin pemerintahan barunya terkena dampak dari gejolak sosial tersebut.
Pidato Prabowo di kongres Partai Amanat Nasional menyoroti pentingnya kekuasaan dalam politik, dengan penekanan bahwa ambisi kekuasaan harus ditujukan untuk kebaikan masyarakat.
Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara keduanya, terutama dalam hal cara menjalankan pemerintahan.
Foto: Antara
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, membantah adanya keretakan hubungan, menyatakan bahwa Jokowi dan Prabowo masih berkomunikasi dengan baik.
Namun, meskipun komunikasi tetap ada, ketegangan antara keduanya semakin terlihat dalam berbagai pernyataan publik.
Salah satu isu yang memperburuk hubungan mereka adalah munculnya komentar dari akun media sosial Fufufafa, yang diduga terkait dengan Gibran.
Komentar tersebut berisi kritik terhadap Prabowo dan muncul pada saat-saat sensitif dalam proses pemilihan presiden.
Gibran menolak untuk mengkonfirmasi apakah ia pemilik akun tersebut, sementara Menteri Komunikasi menegaskan bahwa Gibran bukanlah pemiliknya.
Ketidakjelasan mengenai akun ini memperburuk suasana dan menciptakan spekulasi lebih lanjut mengenai hubungan kedua tokoh.
Selain itu, penggunaan jet pribadi oleh anak Jokowi dan menantunya di tengah ketegangan politik juga menjadi sorotan.
Kontroversi ini dianggap dapat merusak citra pemerintahan Jokowi dan berpotensi berdampak negatif pada pemerintahan mendatang.
Peneliti politik, Usep Saepul Ahyar, mengungkapkan bahwa kerenggangan antara Jokowi dan Prabowo dapat berpengaruh pada transisi pemerintahan yang sedang berlangsung.
Ia mencatat bahwa semua isu ini menunjukkan bahwa transisi kekuasaan tidak hanya soal pergantian pemimpin, tetapi juga melibatkan dinamika hubungan yang kompleks.
Kondisi ini menciptakan tantangan bagi pemerintahan baru yang akan datang, yang harus menangani warisan hubungan yang bergejolak.
Ke depan, bagaimana Jokowi dan Prabowo mengelola perbedaan ini akan sangat menentukan stabilitas politik Indonesia.
Foto: BPMI Setpres/Lukas
Akhirnya, meskipun transisi pemerintahan seharusnya menjadi momentum untuk kemajuan, hubungan yang memburuk antara Jokowi dan Prabowo menunjukkan bahwa politik Indonesia masih dipenuhi dengan tantangan yang harus dihadapi dengan hati-hati.
Bagaimana pendapatmu tentang dampak keretakan Jokowi dan Prabowo menjelang transisi pemerintahan?

Loading suggestions...