20 Tweets 4 reads Aug 20, 2024
Rumah Pegangsaan Timur No.56 sebelum ditempati Bung Karno tahun 1942-1946 adalah rumah Jhr. Pieter Rutger Feith seorang pengacara dan anggota Departemen Hukum dan Sejarah Batavia.
Hal ini bisa dilihat di catatan pejabat, catatan Harry Poeze & Koran Pemandangan 11 Januari 1941.
Catatan Harry Poeze menerangkan rumah Pegangsaan No.56 milik Feith itu diberikan oleh Jepang untuk Sukarno.
Rumah itu pernah dimiliki Baron van Asbeck seorang guru besar dan Moh Yamin pernah ke sana. Dijelaskan G.J.Resink di buku Rechtshoogeschool, Jongereneed, Stuw en Gestuwden
Pemberitaan 12 Juli 1948 di Provinciale Overijsselsche en Zwolsche courant rumah Pegangsaan Timur No.56 sudah dibeli pemerintah Indonesia seharga 250.000 Gulden di bulan Juli 1948.
Tahun 1946 Bung Karno harus pergi dari rumah Pegangsaan Timur No.56 karena Agresi Militer Belanda dan pindahnya ibu kota ke Yogyakarta.
Buku Kronik Revolusi Jilid 5 karya Pram menjelaskan 26 Agustus 1949 rumah yg sempat disita oleh Belanda itu dikembalikan ke Pemerintah Indonesia
14 Desember 1949 Pegangsaan Timur 56 dipakai menandatangani UUD RIS
Januari 1950, Bung Karno sekeluarga menginap 4 malam di rumah bersejarah itu.
Semua keterangan dan foto ada di buku Buku Lukisan Revolusi terbitan Kementerian Penerangan 1950.
Gak pernah ada catatan nama Faraj Martak memiliki rumah Pegangsaan Timur 56.
Dari temuan Prof. Margana yang ada malah pemberitaan Faraj Martak ditangkap polisi di daerah Pegangsaan akibat kasus.
x.com
@historia_id menjelaskan peran Chairul Basri (ayah @ChatibBasri) mencarikan rumah yang cocok buat Bung Karno.
Keterangan Chairul Basri selaras dengan penjelasan Harry Poeze soal Rutger Feith dikirim ke kamp interniran.
historia.id
Saat Bung Karno sakit di tanggal 17 Agustus 1945 itu ia diobati oleh dokter R. Soeharto.
Klaim gak berdasar Ustad Adi bahwa Bung Karno sakit dikasih madu Yaman ini jahat, karena akibatnya dia menghapus peran R. Soeharto sebagai pelaku dan saksi sejarah.
lifestyle.seatoday.com
Sumber dalam thread ini:
Buku:
- Persoonlijkheden in het Koninkrijk der Nederlanden in woord en beeld
- Lukisan Revolusi 1945-1949
Jurnal:
- G.J. Resink: Rechtshoogeschool, Jongereneed, Stuw en Gestuwden.
- Harry Poeze: Recent Dutch-Language Publications
Sumber koran:
- Pemandangan edisi 11 Januari 1941
- Provinciale Overijsselsche en Zwolsche courant edisi 12 Juli 1948
Sumber buku satu lagi ketinggalan: Kronik Revolusi Indonesia Jilid 5
Iya, 2 tahun lalu Ustad Adi bilang Pattimura katanya bernama Ahmad Lusy, udah dibantah pakai sumber koran yg terbit tahun 1818 sampe dibantah pake keterangan keturunannya tetap aja ybs cerita versi dia.
x.com
Bantahan cerita Ustadz Adi soal Pattimura
x.com
Masalahnya narasi rumah Pegangsaan Timur 56 milik Faradj Martak yg gak ada dalam catatan sejarah kecuali klaim prinadi pihak keluarganya, ini udah masuk dalam buku untuk bahan ajar guru oleh @Itjen_Kemdikbud
Ini kan parah banget dampak Ustad Adi Hidayat.
@Itjen_Kemdikbud Historia mengutip argumen sumber versi keluarga Faradj Martak lalu mereka bandingkan dengan data sejarah yg ada, bukan sedang mengamini.
Sebab sejak dibeli tahun 1948 sampai sekarang rumah Pegangsaan Timur 56 itu statusnya punya pemerintah.
@Itjen_Kemdikbud Di tahun 1950 Faradj martak malah hubungannya dengan pemerintah gak harmonis akibat ribut kepemilikan hotel seperti yg diberitakan Nieuwe Courant.
Kondisi ini bertolak belakang dengan isi surat ucapan terima kasih dari Kementerian PU.
@Itjen_Kemdikbud Klaim Farjadj Martak, rumah itu mereka hibahkan ke pemerintah tahun 1950, padahal rumah itu sudah dibeli Pemerintah bulan Juli 1948 dan sampe sekarang statusnya tetap milik pemerintah.
17 Agustus 1950 digelar acara peringatan 5 tahun kemerdekaan Indonesia
x.com
@Itjen_Kemdikbud Coba deh cari berita soal Martak dan NV Marba di arsip koran bahasa melayu maupun bahasa belanda.
Semua berita negatif dan soal tersangkut kasus, dari tahun 1937 sebelum merdeka sampe udah merdeka tahun 1950an.
Martak ditangkep polisi februari 1950, koran Sumatera Nieuwsblad.
@Itjen_Kemdikbud Faradj Martak dalam pemberitaan Sin Tit Po 5 Februari 1937 kena kasus penggelapan.
x.com
@Itjen_Kemdikbud Perusahaan Martak gak bayar gaji buruh. Ini pemberitaan Indische Courant 13 Mei 1953
Kesimpulannya, gak ditemukan pemberitaan positif soal Faradj Martak dan NV Marba yg berkontribusi bagi Indonesia.
Baik zaman kolonial maupun setelah kemerdekaan.

Loading suggestions...