#TempoThread
“Roti Awet”
Bagaimana bisa roti yang telah beberapa bulan melewati tanggal kedaluwarsa tidak berjamur sama sekali? Apakah masuk akal?
A Thread
“Roti Awet”
Bagaimana bisa roti yang telah beberapa bulan melewati tanggal kedaluwarsa tidak berjamur sama sekali? Apakah masuk akal?
A Thread
Aftahuddin masih menyimpan beberapa bungkus roti Aoka dan roti Okko.
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kalimantan Selatan itu tak habis pikir, bagaimana bisa roti yang telah beberapa bulan melewati tanggal kedaluwarsa itu tidak berjamur sama sekali.
🗣Aftahuddin: “Penampilannya masih bagus, tidak muncul bintik hitam tanda jamur.”
Rasa penasaran mendorong paguyuban tersebut mengupayakan uji laboratorium atas roti-roti itu.
majalah.tempo.co
Rasa penasaran mendorong paguyuban tersebut mengupayakan uji laboratorium atas roti-roti itu.
majalah.tempo.co
Hasil pengujian membuat Aftahuddin dan teman-temannya kaget karena ternyata sampel roti Aoka disebut mengandung sodium dehydroacetate (dalam bentuk asam dehidroasetat) sebanyak 235 miligram per kilogram.
Demikian pula sampel roti Okko yang mengandung zat serupa sebanyak 345 miligram per kilogram.
Apa itu Sodium dehydroacetate?
Sodium dehydroacetate yang juga sering disebut natrium dehydroacetate adalah salah satu zat aditif yang digunakan sebagai bahan pengawet.
Sodium dehydroacetate yang juga sering disebut natrium dehydroacetate adalah salah satu zat aditif yang digunakan sebagai bahan pengawet.
Guru besar bidang ilmu dan teknologi pangan IPB University, Bogor, Jawa Barat, Sugiyono, mengatakan senyawa kimia ini mampu menghambat pertumbuhan mikroba sehingga dapat mengawetkan produk.
majalah.tempo.co
majalah.tempo.co
Sodium dehydroacetate, dia menjelaskan, memiliki efek pengawetan lebih kuat ketimbang bahan lain yang sudah diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
majalah.tempo.co
majalah.tempo.co
Menurut Kemas, BPOM rutin melakukan pemeriksaan mendadak ke pabriknya. Terakhir, inspeksi berlangsung pada Senin, 1 Juli 2024.
🗣Kemas: "Kalau ada, otomatis sudah ketahuan.”
🗣Kemas: "Kalau ada, otomatis sudah ketahuan.”
Pengelola pabrik roti Okko, Jimmy, juga menyatakan tidak memakai sodium dehydroacetate sebagai bahan pengawet.
Namun ia tidak bisa menjamin 100 persen karena bisa saja zat itu berasal dari bahan baku seperti selai, mentega, atau minyak goreng.
Namun ia tidak bisa menjamin 100 persen karena bisa saja zat itu berasal dari bahan baku seperti selai, mentega, atau minyak goreng.
Menurut Ketua Parimbo Aftahuddin, mereka justru hendak meniru resepnya. Ia menginginkan produsen roti skala kecil-menengah di Kalimantan Selatan bisa membuat produk dengan tingkat keawetan yang sama.
Karena itu pula Aftahuddin dan sejumlah pengusaha roti lain asal Kalimantan terbang ke Cina beberapa bulan lalu.
bisnis.tempo.co
bisnis.tempo.co
Di Negeri Panda, mereka diterima seorang kolega yang juga produsen roti. Di sana, Aftahuddin dan kawan-kawan mengungkapkan keinginan belajar membuat roti yang bisa mempunyai daya tahan lama.
Ia juga menginformasikan produk roti yang ditemuinya di Indonesia yang bisa awet sampai berbulan-bulan, sementara roti buatan produsen di Banjarmasin dan sekitarnya hanya dapat bertahan maksimal sepekan.
Tapi, mendengar cerita Aftahuddin, sang produsen roti asal Cina malah mengerutkan dahi. Menurut pengusaha itu, roti yang bisa awet tiga bulan, enam bulan, atau bahkan lebih lama tidak wajar.
Karena itu pula, setiba di Indonesia, Aftahuddin dan para anggota Parimbo mengupayakan uji laboratorium terhadap beberapa bungkus “roti awet”. Mereka mengirim sampel roti itu ke laboratorium PT SGS Indonesia.
Dapatkan informasi berkualitas dengan berlangganan Tempo Digital Premium. Klik di sini:
langganan.tempo.co
langganan.tempo.co
Apakah Anda pernah coba makan roti Aoka dan roti Okko?
Loading suggestions...