24 Tweets 11 reads Jul 23, 2024
#TempoThread
“Roti Awet”
Bagaimana bisa roti yang telah beberapa bulan melewati tanggal kedaluwarsa tidak berjamur sama sekali? Apakah masuk akal?
A Thread
Aftahuddin masih menyimpan beberapa bungkus roti Aoka dan roti Okko.
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kalimantan Selatan itu tak habis pikir, bagaimana bisa roti yang telah beberapa bulan melewati tanggal kedaluwarsa itu tidak berjamur sama sekali.
Kepada Tempo, Aftahuddin, yang juga Ketua Paguyuban Roti dan Mie Ayam Borneo atau Parimbo, mengirimkan sejumlah foto. Salah satunya roti yang tanggal kedaluwarsanya 8 Oktober 2023 atau sembilan bulan lalu.
🗣Aftahuddin: “Penampilannya masih bagus, tidak muncul bintik hitam tanda jamur.”
Rasa penasaran mendorong paguyuban tersebut mengupayakan uji laboratorium atas roti-roti itu.
majalah.tempo.co
Menurut Aftahuddin, mereka mengirimkan sampel roti ke laboratorium milik PT SGS Indonesia—bagian dari SGS Group, perusahaan multinasional yang menyediakan jasa laboratorium verifikasi, pengujian, inspeksi, dan sertifikasi.
Hasil pengujian membuat Aftahuddin dan teman-temannya kaget karena ternyata sampel roti Aoka disebut mengandung sodium dehydroacetate (dalam bentuk asam dehidroasetat) sebanyak 235 miligram per kilogram.
Demikian pula sampel roti Okko yang mengandung zat serupa sebanyak 345 miligram per kilogram.
Apa itu Sodium dehydroacetate?
Sodium dehydroacetate yang juga sering disebut natrium dehydroacetate adalah salah satu zat aditif yang digunakan sebagai bahan pengawet.
Guru besar bidang ilmu dan teknologi pangan IPB University, Bogor, Jawa Barat, Sugiyono, mengatakan senyawa kimia ini mampu menghambat pertumbuhan mikroba sehingga dapat mengawetkan produk.
majalah.tempo.co
Sodium dehydroacetate, dia menjelaskan, memiliki efek pengawetan lebih kuat ketimbang bahan lain yang sudah diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
majalah.tempo.co
Bagaimana tanggapan PT Indonesia Bakery Family?
Menurut Head of Legal Indonesia Bakery Family Kemas Ahmad Yani, perseroan tidak menggunakan zat tersebut dalam produknya.
Menurut Kemas, BPOM rutin melakukan pemeriksaan mendadak ke pabriknya. Terakhir, inspeksi berlangsung pada Senin, 1 Juli 2024.
🗣Kemas: "Kalau ada, otomatis sudah ketahuan.”
Pengelola pabrik roti Okko, Jimmy, juga menyatakan tidak memakai sodium dehydroacetate sebagai bahan pengawet.
Namun ia tidak bisa menjamin 100 persen karena bisa saja zat itu berasal dari bahan baku seperti selai, mentega, atau minyak goreng.
Awal Mula Ditemukannya Bahan Pengawet Kosmetik
Awalnya, para anggota Paguyuban Roti dan Mie Ayam Borneo di Kalimantan Selatan sama sekali tak curiga terhadap produk roti yang punya daya awet lebih dari tiga bulan.
Menurut Ketua Parimbo Aftahuddin, mereka justru hendak meniru resepnya. Ia menginginkan produsen roti skala kecil-menengah di Kalimantan Selatan bisa membuat produk dengan tingkat keawetan yang sama.
Di Negeri Panda, mereka diterima seorang kolega yang juga produsen roti. Di sana, Aftahuddin dan kawan-kawan mengungkapkan keinginan belajar membuat roti yang bisa mempunyai daya tahan lama.
Ia juga menginformasikan produk roti yang ditemuinya di Indonesia yang bisa awet sampai berbulan-bulan, sementara roti buatan produsen di Banjarmasin dan sekitarnya hanya dapat bertahan maksimal sepekan.
Tapi, mendengar cerita Aftahuddin, sang produsen roti asal Cina malah mengerutkan dahi. Menurut pengusaha itu, roti yang bisa awet tiga bulan, enam bulan, atau bahkan lebih lama tidak wajar.
“Tidak masuk akal,” tuturnya seperti ditirukan Aftahuddin. Sang kolega malah menyarankan para anggota Parimbo mengadakan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan pengawet dalam produk roti tahan lama tersebut.
Gambar: Pabrik Roti Aoka dan Okko di Kabupaten Bandung
Karena itu pula, setiba di Indonesia, Aftahuddin dan para anggota Parimbo mengupayakan uji laboratorium terhadap beberapa bungkus “roti awet”. Mereka mengirim sampel roti itu ke laboratorium PT SGS Indonesia.
Dapatkan informasi berkualitas dengan berlangganan Tempo Digital Premium. Klik di sini:
langganan.tempo.co
Apakah Anda pernah coba makan roti Aoka dan roti Okko?

Loading suggestions...