Ruang Taktik
Ruang Taktik

@ruangtaktik

16 Tweets Jun 20, 2024
[VIDEO TERBARU]
Manajemen Liverpool memilih pelatih berbasis data & terpilihlah Arne Sl0t sebagai head coach musim depan. Basis data ini bertujuan utk mempermudah transisi gaya kepelatihan antara Klopp & suksesornya. #Blibli @bliblidotcom
Nampak cerdik, let's go kita bahas!
Ada persamaan antara kedua pelatih ini untuk memudahkan integrasi game model serta gaya melatih. Persamaan pertama adlh formasi yg berbasis 4 bek yaitu 4-2-3-1 serta 4-3-3. Jika Klopp dominan menggunakan single pivot, Sl0t ini lebih variatif bisa single atau double.
Patut dicatat pembeda 2 formasi ini sebetulnya cukup minor. Dan karena build up cukup cair. Ini hanya di atas kertas saja.
Setelah formasi persamaan lainnya adlh build up kiper. Secara touches atau sentuhan 2 kiper Feyenoord + Alisson, sama. Mereka juga sedikit sekali melakukan long ball (launch). Serta terlihat jaraknya yg pendek. Artinya mereka tipikal yg sama.
Menariknya 2 kiper Feyenoord justru lebih agresif. Hal ini terlihat dari potong crossing, aksi bertahan di luar kotak penalti, & rerata jarak aksi bertahannya yg lebih tinggi dari Alisson.
Sl0t menerapkan deep build up atau bangun serangan rendah, melibatkan kiper sekaligus memancing lama press lawan. Baik Bijlow maupun Wellenreuther punya kemampuan ini.
Kiper yg naik tadi membuat keunggulan jumlah vs presser lawan 3vs2. Nah selanjutnya adlh ide taktik yg sama dilakukan Klopp, namun sebetulnya ga serupa, inverted fullback. Ada beberapa skema yg dilakukan Sl0t di Feyenoord. Geertruida yg berposisi FB, meski inverted, tidak langsung ke tengah layaknya Trent.
Geertruida cukup lihai memerankan role ini. Ia bisa jadi ekstra gelandang ketika gelandang lain kena marking.
Ia bisa jadi ekstra CB yg jaga rest defense utk situasi 2nd ball. Dan ini kelebihan yg ga dimiliki Trent, penetrasi lewat tengah. Sementara Trent lebih banyak di luar utk kreasi peluang.
Sepertinya akan sulit menerapkan taktik ini di Liverpool. Namun Sl0t tentu akan melakukan tweak taktiknya perihal inverted fullback ini lantaran skillset yg dimiliki pemainnya sangat berbeda.
Balik lagi ke build up kiper serta pivot. Baik Wieffer, Timber serta Zerrouki merupakan pivot yg mobile. Mereka bisa turun jauh ke belakang utk jadi jembatan antara bek dgn lini depan. Jika press dieliminasi, serangan yg direct akan dilancarkan.
Bisa dilihat dari radar bikinan The Athletic ini, poin 'patient attack' serta 'circulate' yg rendah menunjukkan 'directness' Feyenoord. Menariknya mereka tetap mengandalkan possession yg tinggi. Mirip Klopp, lah.
Terlihat pula metrik defence yg menggunakan 'high line' serta high 'intensity'. Yup, Sl0t juga mengandalkan high press serta counterpress untuk ganggu build up lawan.
"Tidak ada playmaker terbaik di dunia selain situasi counter-pressing", inilah fitur taktik Klopp yg membuat Wijnaldum, Hendo serta Fabinho yg bukan tipikal playmaker bisa berhasil.
Mudahnya, playmaker menurut Klopp itu bukan manusia, melainkan situasi
Sl0t pun juga menerapkan hal serupa di Feyenoord. Situasi perebutan bola seperti ini dijadikan 'playmaker' untuk diubah menjadi serangan transisi cepat.
Sl0t sendiri sudah membawa Feyenoord juara pertama kalinya dalam 20 thn terakhir 2 musim lalu dengan kalah hanya 2x. Musim lalu berada di bawah PSV yg juara dengan 1x kekalahan saja. Namun Sl0t mendapatkan KNVB Cup.
Pemilihan Sl0t ini memang di luar prediksi awal di mana Alonso yg jadi incaran namun memilih bertahan di Leverkusen. Amorim sempat diisukan, namun Liverpool justru beralih ke head coach asal Belanda ini. Oiya, ada perbedaan role di mana Sl0t bukan manager melainkan head coach.
Sepertinya ini langkah strategis manajemen Liverpool utk membuat head coach lebih fokus pada tim. Apakah ada pengaruh dari kemunduran Klopp kemarin? Gimana menurutmu?
Detail analisis ada di tautan berikut. Big thanks! @bliblidotcom
youtu.be

Loading suggestions...