Ajaran Manunggaling Kawula Gusti yang diyakini Syekh Siti Jenar ditentang oleh para Walisongo.
Mati adalah hukuman yang dirasa paling pantas untuknya.
Alih-alih takut, Syekh Siti Jenar memandang kematian sebagai titik kesempurnaan manusia~
#UtasMILD #SyekhSitiJenar
Mati adalah hukuman yang dirasa paling pantas untuknya.
Alih-alih takut, Syekh Siti Jenar memandang kematian sebagai titik kesempurnaan manusia~
#UtasMILD #SyekhSitiJenar
Syekh Siti Jenar diyakini berasal dari Persia (Iran), lahir sekitar 1404 M.
Ia berguru kepada ayahnya, Sayyid Shalih, yang dikenal sebagai ahli tafsir kitab suci. Konon, Jenar sudah hafal Alquran sejak usia 12 tahun.
Dirunut dari silsilah, Syekh Siti Jenar dipercaya masih keturunan Nabi Muhammad dari jalur Siti Fatimah & Ali bin Abi Thalib.
Ia berguru kepada ayahnya, Sayyid Shalih, yang dikenal sebagai ahli tafsir kitab suci. Konon, Jenar sudah hafal Alquran sejak usia 12 tahun.
Dirunut dari silsilah, Syekh Siti Jenar dipercaya masih keturunan Nabi Muhammad dari jalur Siti Fatimah & Ali bin Abi Thalib.
Semua bermula saat Syekh Siti Jenar menghadiri sarasehan di Giri bersama dengan sejumlah wali & tokoh penting.
Syekh Siti Jenar berujar:
“Menyembah Allah dengan bersujud beserta ruku'-nya, pada dasarnya sama dengan Allah, baik yang menyembah maupun yang disembah."
"Dengan demikian, hambalah yang berkuasa, & yang menghukum pun hamba juga."
Pernyataan Syekh Siti Jenar ini sukses membuat forum riuh.
Syekh Siti Jenar berujar:
“Menyembah Allah dengan bersujud beserta ruku'-nya, pada dasarnya sama dengan Allah, baik yang menyembah maupun yang disembah."
"Dengan demikian, hambalah yang berkuasa, & yang menghukum pun hamba juga."
Pernyataan Syekh Siti Jenar ini sukses membuat forum riuh.
Para wali yang hadir pada saat itu mengira Syekh Siti Jenar menganggap dirinya sama dengan Tuhan.
Walisongo memperingatkannya akan dosa & hukuman mati yang menanti jika ia terlalu jauh memaknai tasawuf.
Syekh Siti Jenar dengan tenang menjawab:
"Biar jauh tapi benar, sementara yang dekat belum tentu benar”
Walisongo memperingatkannya akan dosa & hukuman mati yang menanti jika ia terlalu jauh memaknai tasawuf.
Syekh Siti Jenar dengan tenang menjawab:
"Biar jauh tapi benar, sementara yang dekat belum tentu benar”
Bagi Syekh Siti Jenar, inti paling mendasar tentang syahadat & tauhid adalah manunggal (bersatu).
Artinya, seluruh ciptaan Tuhan pasti akan kembali menyatu dengan yang menciptakan, Manunggaling Kawula Gusti~
Dan kematian adalah penyatuan yang sempurna.
tirto.id
Artinya, seluruh ciptaan Tuhan pasti akan kembali menyatu dengan yang menciptakan, Manunggaling Kawula Gusti~
Dan kematian adalah penyatuan yang sempurna.
tirto.id
Loading suggestions...