10 Tweets 4 reads May 15, 2024
Sebelum Proklamasi dikumandangkan, para tokoh nasional berembug untuk menentukan teritorial resmi Indonesia.
Salah satu pertimbangannya adalah merujuk pada wilayah kekuasaan Majapahit di masa emasnya.
Usulan gegabah ini tentu saja menuai pro & kontra~
#UtasMILD #BPUPKI
Dalam sidang BPUPKI tanggal 11 Juli 1945, Mohammad Hatta pertama mengusulkan perbincangan soal batas teritorial Indonesia sebagai negara yang hendak lahir.
Ia meminta Indonesia tidak lebih dari wilayah bekas jajahan Belanda, bahkan ikhlas jika wilayah seperti Papua Barat menolak bergabung dengan Indonesia.
Menurut Hatta, selain tak mau melihat pertempuran kembali muncul di tanah air, kengototan terhadap status Papua Barat dapat memberi kesan imperialisme di mata dunia terhadap Indonesia.
Padahal, imperialisme merupakan pokok perlawanan Indonesia membebaskan diri dari belenggu Belanda & Jepang.
Di sisi lain, Sukarno punya gagasan sendiri.
Ia yakin Indonesia akan menjadi negara yang kuat jika seluruh penjuru Selat Malaka masuk wilayahnya.
Mohammad Yamin yang mendukung Sukarno pun, turut berpendapat bahwa Indonesia sebagai negara seharusnya dibangun atas dasar persamaan etnis, termasuk Melanesia.
Selain itu mengenai Papua Barat, Sukarno & Yamin meyakini wilayah tersebut wajib jadi bagian dari Indonesia.
Hal ini karena alih-alih jadi ahli waris Belanda, Sukarno & Yamin merasa Papua Barat berada dalam kuasa Indonesia sejak era kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Kerajaan yang eksis sejak 1293 hingga 1527 dijadikan pijakan masa lalu Indonesia dalam membangun masa depannya
Ketika pembahasan soal teritorial Indonesia masa depan itu ditutup dengan pemungutan suara, proposal yang menyatakan bahwa teritorial Indonesia mencakup wilayah:
Hindia Belanda, Papua Barat, North Borneo, Brunei, Sarawak, Timor Portugis, Malaya, & pulau-pulau disekitarnya terpilih sebagai pemenang dengan 39 suara.
Sementara 2 proposal lain yang menghendaki Papua Barat masuk dapat 19 suara & Malaya dapat 6 suara.
Agus Salim kemudian jadi penengah dalam menentukan teritorial Indonesia.
Ia mengemukakan bahwa usaha menjadikan Indonesia tak hanya berwilayah bekas jajahan Belanda adalah langkah berbahaya.
Pasalnya, North Borneo, Brunei, Sarawak, Timor Portugis, Malaya, & pulau-pulau disekitarnya belum tentu setuju๐Ÿ˜ฒ
Agus Salim juga mengatakan, Indonesia harus dibentuk dalam kerangka "sejarah akal sehat".
Mengambil wilayah Majapahit juga jadi tak bisa jadi pembenaran karena tak ada yang punya ingatan kolektif tentang kerajaan yang telah lama runtuh tersebut.
Maka akhirnua, wilayah yang pas dijadikan teritorial Indonesia saat menyongsong kemerdekaannya adalah wilayah bekas jajahan Belanda, yakni Hindia Belanda.
Oleh karena itu Papua Barat juga termasuk karena sama-sama dijajah Belanda.
Begitulah ceritanya bagaimana akhirnya Indonesia berdiri dengan teritorialnya yang sekarang.
Dibangun atas nama sejarah, "Sejarah Akal Sehat"~
tirto.id

Loading suggestions...