Ruang Taktik
Ruang Taktik

@ruangtaktik

14 Tweets 1 reads May 04, 2024
[VIDEO TERBARU]
Roaming seperti no 10 namun bisa positioning di kotak penalti seperti no 9. Havertz memang memainkan peran false nine tapi dia tetap menjalankan tugas utk cetak gol. Menariknya ia 'baru' cetak 8 gol di 11 penampilan terakhirnya.
#Blibli
@bliblidotcom
@bliblidotcom Total gol Havertz musim ini 13. Kalo baru cetak 8 gol di 11 penampilan terakhir, berarti ia sempat menemui periode paceklik gol. Periode di mana ia dipasang pada pos gelandang di awal-awal musim.
@bliblidotcom Ia baru rajin mencetak gol ketika posisinya udah fix di CF atau no 9. Namun apakah ia menjalankan peran no 9 ini seperti striker pada umumnya?
Pada prakteknya ia sangat roaming seperti pada potongan klip ini, ia bisa deteksi ruang kosong & bermain melebar.
@bliblidotcom Terhitung sejak Januari, Havertz mulai diplot sebagai ujung tombakmenggantikan peran Gabriel Jesus. Peran atau pos tersebut bukanlah hal asing baginya, sebab di Chelsea ia sempat dipasang pd posisi serupa & profil yg cocok krn ia punya link up yg bagus.
Gambaran false 9. Idealnya striker 'ngendok' di depan, namun false 9 akan rajin untuk drop/turun ke ruang antar lini & pemain lain akan mengekspos ruang yg terbuka lantaran ditinggal bek lawan.
Ga diikuti dia bebas, diikuti ruang terbuka. Dilematis
Selain drop atau turun, Havertz juga rajin melebar. Ini juga cara utk sebarapa ketat marking lawan. Jika ikut melebar, maka ia meninggalkan rekannya yg diekspos oleh pemain Arsenal lain di situasi 2vs3. Ga bikin assist, tp pergerakan Havertz penting.
Kelebihan Havertz yg lain adlh deteksi ruang. Ia ga stay di depan namun bisa datang dari lini kedua. Dari datang ke kotak dgn terlambat ini pemain bernomor 29 ini bisa melihat ruang mana yg kosong utk ia masuki.
Kelebihan dlm mencari ruang ini bisa jg diambil dari data npXG-nya yg berada di persentil 99 jika dibanding gelandang lain. Ia bisa mencari atau berada di posisi menguntungkan utk mendapatkan peluang/shot (xG)
Kalo ditanya kelebihan paling terlihat sebetulnya ya kemampuan link up-nya. Bisa digunakan utk umpan kombinasi & ga jarang Havertz punya insting utk lakukan dummy. Bertindak sbg 'pemancing' utk rekannya.
Kemampuan link up ditunjang dgn postur yg ideal, membuatnya bisa juga bermain layaknya no 9 klasik sbg tembok/pemantul. Yup, Havertz memang bukan sekadar 1 role.
Dibanding Gabjes yg 'cuma' bisa main false 9, Havertz menawarkan variasi taktikal utk Arteta. Yup, duel udaranya cukup tinggi yg membuatnya bisa dijadikan sbg target man. Ini yg bikin Arteta musim ini bisa main lebih 'pragmatis' lewat long ball.
Memang catatan golnya bukanlah tipikal striker gacor yg bisa cetak 2 digit gol tiap musim & ini bisa dimasukkan juga sbg kelemahan. Tapi musim ini terlihat xG different mulai berwarna hijau yg artinya dia lebih banyak konversi peluang meski nilainya belum besar. Di Chelsea, merah šŸ˜…
Kelemahan lagi soal dribble. Ia jarang lakukan progresi dengan bola & bukan pemain yg sering berhasil lewati lawan/take ons. Hal ini bisa terlihat dari radar chart yg sudah dilampirkan di atas. Sebetulnya jika rekan-rekannya rajin support, Havertz bisa dijadikan sbg kreator.
Untuk detail analisisnya nanti sore akan tayang di YouTube. Big thanks buat retweet & likenya.
Khusus bahasan sepakbola Eropa ada di channel lama. @ruangtaktik/videos" target="_blank" rel="noopener" onclick="event.stopPropagation()">youtube.com

Loading suggestions...