12 Tweets 17 reads May 02, 2024
BJ Habibie mungkin bukan politisi yang hebat mengingat betapa mudahnya ia disingkirkan.
Namun sebagai presiden, sebagai seorang akademisi & pendidik, ia bekerja dengan hati nurani.
Inilah warisannya untuk Indonesia~
#UtasMILD #Habibie
Sebagai Presiden ke-3 Indonesia yang menggantikan Soeharto, ia harus membalikkan arah politik yang sebelumnya anti-demokrasi, totaliter, & abai terhadap HAM.
Bebannya semakin berat karena Indonesia saat itu menghadapi krisis moneter paling buruk dalam sejarah.
Inilah beberapa hal yang BJ Habibie lakukan untuk mengembalikan stabilitas politik & ekonomi Indonesia.
1) Memberikan Kesempatan untuk Siapa Saja Mendirikan Partai Politik
BJ Habibie menerbitkan 2 regulasi demokratis: UU Nomor 2 Tahun 1999 & UU Nomor 3 tentang pemilu.
Dua peraturan ini yang memungkinkan Pemilu 1999 terselenggara dengan jumlah peserta mencapai 48 partai.
2) Membebaskan Masyarakat untuk Menyuarakan Aspirasi lewat Serikat Buruh
Ia mencabut larangan pendirian serikat buruh independen dengan meratifikasi Konvensi ILO No.87 yang salah satu poinnya adalah "kebebasan berserikat".
Banyak serikat buruh berdiri setelahnya, termasuk pecahan SPSI.
3) Mengembalikan Kebebasan Pers
Ditandai dengan lahirnya UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Regulasi ini menjadi tonggak kebebasan pers di Indonesia setelah rezim orde baru runtuh. Undang-undang yang disahkan BJ Habibie pada 23 September 1999, berisi 10 bab dan 21 pasal.
4) Membebaskan Aktivis Oposisi Soeharto
Mereka yang dipenjara karena mengkritik Soeharto seperti Sri Bintang Pamungkas, Budiman Sudjatmiko, & Muchtar Pakpahan dibebaskan oleh Habibie.
Saat ditanya alasannya, BJ Habibie menjawab:
"Ini soal hati nurani, pertanggung jawaban kepada Allah"
5) Menjembatani Diplomasi di Papua
Dimulai dengan menyerahkan urusan keamanan ke Polri & bukan TNI, BJ Habibie memilih jalan diplomasi untuk mengatasi masalah Papua.
Kebijakan ini nanti akan diteruskan oleh Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, penggantinya di tahun 1999.
6) Menghapus Diskriminasi terhadap etnis Tionghoa
Selama Orde Baru, etnis Tionghoa direpresi karena identitasnya yang dianggap "non-pribumi".
Untuk menghapus diskriminasi ini, Habibie membuat Inpres Nomor 26/1998 yang menghapus istilah pribumi & non-pribumi.
Serta membuat Inpres Nomor 4/1999 yang menghapus Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia.
7) Menyetujui Referendum Timor Timur
BJ Habibie mengaku hendak sesegera mungkin menyelenggarakan referendum Timor Timur yang telah jadi negara berdaulat agar presiden setelahnya bisa fokus pada masalah politik & ekonomi nasional.
Ia pun meminta referendum ke PBB yang saat itu dipimpin oleh Kofi Annan pada 27 Januari 1999.
Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos-Horta mengaku bahwa Timor Leste kini sangat damai & semua terjadi berkat referendum BJ Habibie.
8) Menyelamatkan Negara dari Krisis Ekonomi
Nilai tukar rupiah terpuruk di kisaran 16.000 per dolar AS, inflasi melonjak 65%, & pertumbuhan ekonomi minus 13%.
BJ Habibie saat itu dengan cepat membuat sejumlah kebijakan seperti:
a) Memisahkan Bank Indonesia dari pemerintah agar independen
b) Menggabungkan 4 bank BUMN yang nyaris bangkrut, menjadi Bank Mandiri
c) Membatalkan sejumlah proyek infrastruktur
d) Melarang praktik monopoli Bulog & Pertamina
e) Menaikkan suku bunga jadi 70%
Sejumlah kebijakan yang diambil dengan cepat ini berbuah manis.
Setahun kemudian, pertumbuhan ekonomi tercatat naik dari -13,1% ke 0,8%.
Inflasi melandai dari yang sebelumnya 58,8% menjadi 20,5%
Nilai tukar rupiah juga kembali menguat ke level Rp7.855/USD.
Walaupun singkat, kepemimpinannya sebagai presiden akan terus membekas.
Ada yang mengenangnya sebagai sang "Pembebas Timor Timur".
Ada yang mengenangnya sebagai sang "Penyelamat Krisis Moneter".
Istirahatlah selalu dalam kedamaian, BJ Habibie🥀
tirto.id

Loading suggestions...