11 تغريدة 2 قراءة Apr 24, 2024
Masih ingat Paradise Paper?
Paradise Paper merupakan sebuah dokumen keuangan yang mengungkap data keuangan orang-orang kaya di seluruh dunia yang menanamkan investasi di luar negeri untuk mendapat pajak rendah.
Prabowo Subianto, salah satunya.
#UtasMILD #ParadisePaper
Di tahun 2017 yang tenang, sebuah dokumen berisi 13,4 juta berkas terungkap dalam proyek kolektif yang disebut Paradise Papers.
Jutaan file yang bocor ini berasal perusahaan hukum Appleby yang berbasis di Bermuda & menawarkan jasa untuk membangun anak perusahaan di luar negeri sekaligus menyediakan struktur yang membantu mengurangi bahkan menghilangkan tagihan pajak mereka secara legal.
Skemanya sederhana, Appleby sebagai law firm membantu klien membuka perusahaan cangkang di luar negeri (shell company) tanpa harus menggunakan nama sendiri.
Beberapa nama besar seperti Donald Trump, Madonna, Ratu Elizabeth, bahkan perusahaan seperti Nike & Apple, sama-sama menggunakan jasa ini.
Di antara tokoh-tokoh dunia tersebut, ada 3 nama dari Indonesia yang masuk dalam daftar.
Mereka adalah: Hutomo Mandala alias Tommy Suharto, Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek Suharto, & Prabowo Subianto.
Dalam dokumen tersebut, Prabowo Subianto tercatat pernah menjadi direktur dan wakil ketua Nusantara Energy Resources yang terdaftar di Bermuda, salah satu suaka pajak di dunia.
Perusahaan tersebut terdaftar dari tahun 2001 sampai 2004 & dinilai sebagai "debitur yang buruk".
Isu ini sempat dibantah oleh Fadli Zon yang mengatakan bahwa Nusantara Energy Resources Limited tidak ada kaitan dengan Prabowo Subianto.
Ia juga menyebut perusahaan tersebut tidak pernah ada aktivitas apapun sejak tahun 1999-2001.
Meski dibantah, jejak digital justru berkata lain.
Pada 2005, Tempo melansir berita yang isinya memeriksa Prabowo sebagai saksi kasus proses pengambilalihan kredit PT Kiani Kertas di Bank Mandiri.
Ketika itu Prabowo dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Direktur PT Nusantara Energi.
Damien Kingsbury dalam "Power Politics and the Indonesian Military" (2003) juga menyatakan hal serupa.
Ia menceritakan bagaimana Yayasan Kobame (Korps Baret Merah) yang didirikan pada 1993 harus menyerahkan kapal feri bernama Tribuana I ke Nusantara Energy, yang "berada di bawah kepemilikan Prabowo."
Artikel "Aktivitas Bisnis Prabowo Subianto Nusantara Energy" di laman /prabowosubianto.info (dikelola Badan Komunikasi Partai Gerindra) pun menyebut demikian:
"Nusantara Energy adalah sebuah perusahaan berbasis di Indonesia yang didirikan pada bulan November 2001 oleh Prabowo Subianto ... untuk mengkonsolidasikan berbagai sumberdaya yang bergerak dalam bidang yang berbeda-beda."
Saat artikel itu dilansir pada 23 Oktober 2010, keseluruhan perusahaan di bawah Nusantara Energy Group mempekerjakan tidak kurang dari 10 ribu orang, dengan total aset sebesar 1 miliar dolar AS.
*banyak juga hmm*
Tapi ya itu kan masa lalu~
Setelah 7 tahun, kekuatan Paradise Paper tetap tak mampu membuat masyarakat Indonesia peduli.  
Pada akhirnya Prabowo Subianto tetap terpilih untuk memimpin negeri ini.
Pada akhirnya ya cuma jadi masa lalu~
tirto.id

جاري تحميل الاقتراحات...