PUNGGEL IRENG
Janji suci yang diucapkan bukan untuk kebahagiaan, melainkan untuk sebuah kematian, penebusan dan keturunan yang tak pernah usai.
[Bagian Ketiga]
@bacahorror @IDN_Horor
#bacahorror
Janji suci yang diucapkan bukan untuk kebahagiaan, melainkan untuk sebuah kematian, penebusan dan keturunan yang tak pernah usai.
[Bagian Ketiga]
@bacahorror @IDN_Horor
#bacahorror
Halo teman-teman, akhirnya kita berjumpa lagi di hari kamis malam berarti cerita ini akan berlanjut dan memasuki part (3), segala misteri dan marabahaya yang menimpa Iman akan perlahan kita ketahui bersama-sama.
Jika teman-teman ingin download eBook cerita horror sebagai bentuk memberikan support atau dukungan, bisa langsung ke KaryaKarsa atau klik link, kita tunggu yah.. kunjungan teman-teman sangat berarti.
karyakarsa.com
Mari kita mulai..
karyakarsa.com
Mari kita mulai..
Bagian Ketiga - Tapak Getih
Semilir hembusan angin dini hari bersama terangnya cahaya rembulan menyatu dengan penampakan keindahannya yang tiada tara, tumbuhan indah itu berdiri di atas pot megah yang kini bak hidup kembali, ketika hembusan angin menerpa setiap bunga-bunga putih
Semilir hembusan angin dini hari bersama terangnya cahaya rembulan menyatu dengan penampakan keindahannya yang tiada tara, tumbuhan indah itu berdiri di atas pot megah yang kini bak hidup kembali, ketika hembusan angin menerpa setiap bunga-bunga putih
yang semakin terlihat indah malam ini β ditatap oleh lelaki gagah bertubuh kekar, mengenakan bersarung megah, dengan kaos polos putih tipis menutupi setiap otot di tubuhnya, berdiri didepan rumah yang sangat nyaman.
βMu β mungkin sebentar lagi Taya sampai Pak.β Ucap Mang Tatang,
βMu β mungkin sebentar lagi Taya sampai Pak.β Ucap Mang Tatang,
sambil memberikan bungkus rokok dan korek api.
βApa adikmu itu masih setia kepadaku Tatang?β jawab Pak Soma, tanpa berbalik badan.
Mang Tatang hanya menganggukan kepalanya, berusaha meyakinkan majikanya itu yang kini sedang tersenyum lebar
βApa adikmu itu masih setia kepadaku Tatang?β jawab Pak Soma, tanpa berbalik badan.
Mang Tatang hanya menganggukan kepalanya, berusaha meyakinkan majikanya itu yang kini sedang tersenyum lebar
dengan apa yang ia pikirkan dalam isi kepalanya.
βApa dia bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat?β lanjut Pak Soma, tanganya bergerak memetik bunga melati putih, yang langsung dimasukan kedalam mulut.
βSeharusnya bisa Pak,β jawab Mang Tatang dengan yakin.
βApa dia bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat?β lanjut Pak Soma, tanganya bergerak memetik bunga melati putih, yang langsung dimasukan kedalam mulut.
βSeharusnya bisa Pak,β jawab Mang Tatang dengan yakin.
βAku tidak mau membuang waktu, perempuan yang sudah kamu ketahui itu harus segera aku nikahi, paham!β tegas Pak Soma, dengan mulut yang terus mengunyah.
βBe β besok saya pastikan semuanya Pak, pasti Tatang berjumpa dan menemui terlebih dahulu perempuan itu Pak, kalau tidak mau..β
βBe β besok saya pastikan semuanya Pak, pasti Tatang berjumpa dan menemui terlebih dahulu perempuan itu Pak, kalau tidak mau..β
ucap Mang Tatang, langsung menghentikan ucapannya, seketika menutup bibirnya rapat-rapat, ketika melihat tubuh Pak Soma dari belakang.
βSa β saya masuk duluan Pak, sepertinya Mak Sutiah memanggil, ini kunci kamar, sudah ada yang menunggu..β lanjut Mang Tatang
βSa β saya masuk duluan Pak, sepertinya Mak Sutiah memanggil, ini kunci kamar, sudah ada yang menunggu..β lanjut Mang Tatang
Loading suggestions...