Palung Mariana
Palung Mariana

@_palungmariana

21 Tweets 108 reads Sep 02, 2023
PANGGUNG POLITIK KAKI SERIBU JOKOWI
[Utas]
Usai kakinya menapak di bbrp capres, kini giliran kaki Jokowi di tubuh Anies. Anies-Cak Imin resmi berpasangan krn Jokowi. Kabar ini pasti lebih hot ketimbang berita Mas AHY, Demokrat, putri Gusdur, cawapres Nasdem, & Pepo #PersijaDay.
Semua bermula ketika perayaan ultah ke-50 PDIP di JIEXPO, Kemayoran, Jakpus, 10 Januari 2023 lalu. Di hadapan ribuan kader, sembari meroasting--meledek individu--Jokowi, Megawati tegas menolak wacana 3 periode masa jabatan presiden yg sdh ramai sejak setahun sblmnya.
"Kalau sdh 2x, ya maaf, ya, 2x," kata Mega dgn terkekeh tipis di pidatonya pada acara itu. Penolakan membuat Jokowi geram. Kemarahannya bertambah usai Mega tak kunjung memberi restu Ganjar Pranowo sbg capres.
Maklum, Mega sendiri lebih mendukung Puan Maharani yg maju utk RI-1 di Pilpres 2024. Sementara Jokowi, sdh bukan rahasia lagi, mendukung Ganjar Pranowo. Tak tinggal diam, Jokowi membalas ketum abadinya dgn memberi signal akan memihak ke Prabowo.
Di antara signal dukungan itu, misalnya, mewacanakan Menhan Prabowo sbg koordinator intelejen. Semua komando lembaga telik sandi, termasuk BIN, nantinya berhulu di Kemenhan.
Kebetulan, tokoh-tokoh, atau yg berafiliasi dgn, militer yg ada di internal Jokowi memang selalu mendorong agenda itu. Sebut saja Andi Widjajanto, Gubernur Lemhanas sekaligus mantan timses Jokowi di Pemilu 2014.
Kendati bukan mantan perwira, Andi sangat dekat mereka krn dia adalah putra sulung Theo Syafei Daeng Kulle, purnawirawan TNI berbintang 2.
Bahkan kabar yg beredar di internal Istana, usulan Kemenhan jadi koordinator lembaga telik sandi berasal dari Andi lantaran sejauh ini yg paling ngotot memang dia. Maka itu, habis ditolak wacana 3 periode, terbitlah dukungan Jokowi kpd Prabowo.
Tak gentar, Mega membalas. Presiden ke-5 itu melancarkan serangan dari dlm. Mega setuju mendorong Ganjar duduk di Istana asal dgn syarat, antara lain, usulan cawapres tdk boleh dari siapapun, termasuk dari Jokowi.
Syarat itu juga berlaku dlm penentuan kabinet, usulan tak boleh selain dari Mega. Bukannya senang, Jokowi meradang. "Percuma saja mendukung Ganjar jika tak bisa dikendalikan," barangkali pikirnya.
Tak hilang akal, Jokowi menangkisnya dgn serangan dari akar rumput. Kendati ia dikucilkan di PDIP, Jokowi menegaskan bhw suaranya masih didengar di kalangan simpatisan pendukung pemerintah.
"Bukan suara elite (petugas partai)," sindir Jokowi soal syarat Mega utk Ganjar, kendati ia pun sama-sama petugas partai. Pernyataan itu ia tegaskan kala berpidato di muka ribuan pendukungnya pada 14 Mei kemarin di Musra.
Pidato Jokowi dimaknai relawan sbg perintah menunggu intruksinya ke mana suara dia akan berlabuh. Usai Musra, Jokowi melakukan manuver lain dgn benar-benar memanggil Prabowo ke Istana. Signal sikap dukungannya utk mantan sang rival.
Mega tak tinggal diam. Ia memerintahkan putrinya, Puan Maharani, utk bertemu Ketum Demokrat AHY. Pertemuan ini banyak yg membaca bhw dirinya pun bisa menjinakkan oposisi abadi sekaliber Demokrat.
Tak lama setelah itu, giliran Jokowi mengintruksikan loyalisnya mendompleng Prabowo. Budiman Sudjatmiko & PSI kemudian berpaling dari PDIP. Kopi darat bersama Ketum Gerindra pun digelar Budiman & PSI.
PDIP bersikap. Mereka memecat Budiman, di saat bersamaan PSI makin dikucilkan PDIP. Balasan lebih kerasnya, Mega menentang batas usia cawapres yg diusulkan kubu Jokowi agar putranya, Gibran Rakabuming Raka, bisa mendampingi capres manapun.
Puncak perlawanan Jokowi kpd Mega ialah ketika dirinya mengundang Ketum Nasdem Surya Paloh di Kamis sore, 31 Agust. kemarin di Istana. Pertemuan 2 figur ini sejatinya tindak lanjut pertemuan pada 17 Juli lalu.
Kala itu, di pertemuan pertama itu, Jokowi mencoba merayu SP agar berpaling dari Anies Baswedan. SP menolak. Namun ia memastikan Anies akan melanjutkan program Jokowi yg sejalan dgn kepentingannya.
Jokowi mencoba memahami situasi SP. Tapi ia berpesan, jika ingin hubungannya tetap baik, SP harus mencari cawapres utk Anies dari koalisi pemerintah. Perintah ini lalu disesuaikan SP dgn kriteria capres yg sblmnya sdh dirumuskan Koalisi Perubahan.
Kriteria itu, antara lain, dapat mendongkrak elektabilitas Anies. Berikutnya, berasal dari kalangan NU & Jatim, & terpenting adalah membantu Anies meraup suara lebih. Usai diformulasikan, muncullah nama Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Kebetulan pula, Cak Imin sdg murka usai dirinya disingkirkan Prabowo menjadi cawapres. Siang ini, Anies-Cak Imin resmi mendeklarasikan diri sbg balon capres-cawapres di pemilu thn depan. Lalu bagaimana langkah Mega, Demokrat, juga Jokowi selanjutnya?

Loading suggestions...