KESOMBONGAN TAK TERBATAS : HILANG DI GUNUNG SUNDA.
[A Thread]
Ada yang ingat dengan berita pendaki tersesat di Gunung Sunda?
Ternyata berawal dari bercanda mereka selama pendakian dan berakhir tersesat.
@bacahorror @idn_horror #pendakihilang #rjl5 #gunungsunda
[A Thread]
Ada yang ingat dengan berita pendaki tersesat di Gunung Sunda?
Ternyata berawal dari bercanda mereka selama pendakian dan berakhir tersesat.
@bacahorror @idn_horror #pendakihilang #rjl5 #gunungsunda
Ayahnya Wawan meninggal dunia 3 Bulan sebelum Wawan merencanakan pendakian ke Gunung Cikuray
Wawan harus kehilangan seorang sosok yang menyayanginya sebagai anak bungsu dan Wawan paling dimanja oleh ayahnya pada waktu ayahnya masih hidup.
Wawan harus kehilangan seorang sosok yang menyayanginya sebagai anak bungsu dan Wawan paling dimanja oleh ayahnya pada waktu ayahnya masih hidup.
Berawal dari niat untuk naik Gunung Cikuray tetapi berubah menjadi naik Gunung Sunda karena beberapa faktor.
Wawan mengusulkan di grup.
“Bagaimana kalau besok kita naik ke Gunung Sunda aja?”
Empat temannya menyaut mau ikut.
Wawan mengusulkan di grup.
“Bagaimana kalau besok kita naik ke Gunung Sunda aja?”
Empat temannya menyaut mau ikut.
Akhirnya mereka memutuskan mendaki Gunung Sunda di hari senin.
Namun ternyata, satu teman mereka tidak bisa mendapatkan cuti.
Jadi bertiga saja Wawan, Faisal dan Asep itu berangkat setelah Dzuhur.
Namun ternyata, satu teman mereka tidak bisa mendapatkan cuti.
Jadi bertiga saja Wawan, Faisal dan Asep itu berangkat setelah Dzuhur.
Mereka bertiga start pendakian dari rumah Wawan karena posisi rumah Wawan sudah berada di kaki Gunung Sunda.
Dan mereka langsung jalan melewati sawah-sawah.
Setelah melewati sawah-sawah Wawan dan teman-temannya kebingungan jalur pendakian, padahal Wawan sudah sering naik.
Dan mereka langsung jalan melewati sawah-sawah.
Setelah melewati sawah-sawah Wawan dan teman-temannya kebingungan jalur pendakian, padahal Wawan sudah sering naik.
Karena kebingungan, Faisal yang merupakan sepupunya Wawan mencoba untuk menelpon kakaknya, namun sayang sinyal tidak ada.
Mereka memutuskan untuk istirahat sejenak sambil melihat apakah ada jalur yang dapat mereka lewati.
Mereka memutuskan untuk istirahat sejenak sambil melihat apakah ada jalur yang dapat mereka lewati.
Setelah istirahat dan mereka mencoba mencari jalurnya lagi, akhirnya mereka menemukan jalur yang benar.
Jalur tersebut tertutup oleh tanaman-tanaman liar karena memang sangat jarang sekali pendaki yang naik ke Gunung Sunda tersebut.
Jalur tersebut tertutup oleh tanaman-tanaman liar karena memang sangat jarang sekali pendaki yang naik ke Gunung Sunda tersebut.
Mereka mengikuti jalur belok kanan, perjalanan sudah mulai menanjak mengikuti jalur yang akhirnya mereka memasuki pintu rimba.
Jalur selanjutnya cukup jelas karena membentuk tangga dan cukup melelahkan.
Jalur selanjutnya cukup jelas karena membentuk tangga dan cukup melelahkan.
Saat asik-asiknya istirahat tiba-tiba ada bapak-bapak dari bawah memakai celana pendek, pakai sendal, memakai kaos kutang dan kaosnya hanya ditaruh di pundak.
Ditanya oleh Wawan ke bapak-bapak tersebut.
“Pak mau kemana?”
“Saya mau ziarah ke makam dek” jawab si bapak.
“Bapak berapa orang? Sendiri aja?” tanya lagi oleh Wawan.
“Pak mau kemana?”
“Saya mau ziarah ke makam dek” jawab si bapak.
“Bapak berapa orang? Sendiri aja?” tanya lagi oleh Wawan.
“Engga dek, ber-empat tuh di bawah masih ada 3 orang lagi rombongan saya”. Jawab si bapak.
Ditawarin makan dan ngopi oleh Wawan ke bapak-bapak tersebut.
Bapak-bapak itu menjawab
“engga dek terima kasih, ini juga bawa banyak nih”
Ditawarin makan dan ngopi oleh Wawan ke bapak-bapak tersebut.
Bapak-bapak itu menjawab
“engga dek terima kasih, ini juga bawa banyak nih”
Setelah itu muncul-lah tiga orang temannya si bapak-bapak itu.
Ada satu orang bapak-bapak memakai peci bertanya
“Dek dari mana?”
“Saya orang sini pak, dari bawah” jawab Wawan.
Ada satu orang bapak-bapak memakai peci bertanya
“Dek dari mana?”
“Saya orang sini pak, dari bawah” jawab Wawan.
“Dari bawah? Oh kenal sama bapak ini ga?” Tanya si bapak berpeci.
“Oh itu mah bapak saya, saya anaknya”. Jawab si Wawan.
“Oh kamu udah besar ya”. Jawab si bapak berpeci.
“Oh itu mah bapak saya, saya anaknya”. Jawab si Wawan.
“Oh kamu udah besar ya”. Jawab si bapak berpeci.
Dan bapak berpeci itu bertanya “bapak kamu sudah meninggal ya?”
“Iya pak tiga bulan yang lalu” jawab si Wawan.
“Ohh iya saya juga dapat kabar begitu, maaf ya ga sempet hadir”. Jawab si bapak berpeci.
“Iya pak tiga bulan yang lalu” jawab si Wawan.
“Ohh iya saya juga dapat kabar begitu, maaf ya ga sempet hadir”. Jawab si bapak berpeci.
Setelah mengobrol dulu, rombongan bapak-bapak itu melanjutkan perjalanan.
Rombongan Wawan masih menyelesaikan makan dan setelah itu lanjut jalan lagi.
Rombongan Wawan masih menyelesaikan makan dan setelah itu lanjut jalan lagi.
Saat melanjutkan perjalanan ternyata rombongan Wawan menyusul rombongan bapak-bapak yang ingin berziarah tersebut.
Dan saat sudah permisi izin jalan duluan karena rombongan bapak-bapak tersebut jalannya santai.
Yaudah deh rombongan Wawan jalan duluan.
Dan saat sudah permisi izin jalan duluan karena rombongan bapak-bapak tersebut jalannya santai.
Yaudah deh rombongan Wawan jalan duluan.
Setelah melanjutkan perjalanan, Wawan dan dua temannya ketemu jalur bercabang tiga.
Di jalur tersebut jika ke kanan menuju puncak melalui jalur pendakian dan yang belok kiri merupakan jalur ziarah makam.
Ditempat tersebut mereka menunggu rombongan bapak-bapak ziarah.
Di jalur tersebut jika ke kanan menuju puncak melalui jalur pendakian dan yang belok kiri merupakan jalur ziarah makam.
Ditempat tersebut mereka menunggu rombongan bapak-bapak ziarah.
Setelah menunggu datanglah rombongan bapak-bapak tersebut dan Wawan mengatakan.
“Pak saya mau langsung lanjut aja ke atas, jalurnya kita beda pak.”
“Oh iya dek hati-hati, karena diatas kemarin ada yang meninggal di atas”. Jawab si bapak berpeci tersebut.
“Pak saya mau langsung lanjut aja ke atas, jalurnya kita beda pak.”
“Oh iya dek hati-hati, karena diatas kemarin ada yang meninggal di atas”. Jawab si bapak berpeci tersebut.
Waktu itu Wawan didoakan oleh bapak berpeci tersebut dan saat terakhir didoakan, kening Wawan dicium oleh bapak berpeci tersebut sampai basah.
Sambil berpesan untuk berhati-hati selama diperjalanan.
Wawan bingung kenapa dicium sampai basah ya…
Sambil berpesan untuk berhati-hati selama diperjalanan.
Wawan bingung kenapa dicium sampai basah ya…
Akhirnya mereka berpisah dan rombongan Wawan akhirnya sampai di pos 3.
Karena berawal dari jalur rumah Wawan yang merupakan jalur ziarah jadi tidak melewati pos 1 dan pos 2.
Memotong jalur gitu lah mereka karena kalau lewat jalur resmi harus memutar dulu dari rumahnya Wawan.
Karena berawal dari jalur rumah Wawan yang merupakan jalur ziarah jadi tidak melewati pos 1 dan pos 2.
Memotong jalur gitu lah mereka karena kalau lewat jalur resmi harus memutar dulu dari rumahnya Wawan.
Setelah pos 3 itu terdapat percabangan lagi, ke kiri jalur ziarah makam dan kanan itu jalur puncak. Karena persediaan air rombongan Wawan sudah menipis, mereka memutuskan untuk ke jalur ziarah makam terlebih dahulu karena sumber air di jalur tersebut banyak.
Saat sudah menuju ke sumber air yang di jalur ziarah makam, ternyata sumber air tersebut sedang kering.
Karena persediaan air untuk minum dan masak rombongan Wawan ini kurang jadi mereka memutuskan untuk mencari sumber air selanjutnya di jalur ziarah makam.
Karena persediaan air untuk minum dan masak rombongan Wawan ini kurang jadi mereka memutuskan untuk mencari sumber air selanjutnya di jalur ziarah makam.
Melanjutkan perjalanan yang ternyata lumayan jauh untuk sampai sumber air selanjutnya.
Akhirnya mereka sampai di sumber air dan diisi-lah perbekalan air.
Selesai mengisi air, rombongan Wawan melanjutkan perjalanan melalui jalur ziarah makam.
Akhirnya mereka sampai di sumber air dan diisi-lah perbekalan air.
Selesai mengisi air, rombongan Wawan melanjutkan perjalanan melalui jalur ziarah makam.
Setelah sampai tempat ziarah makam, jalurnya memang lebih terbuka dibandingkan dengan jalur untuk menuju puncak yang masih lebat dengan pepohonan yang rimbun.
Tiba-tiba saja saat jalan, dari belakang ada suara “diam dulu” dengan bahasa sunda, seperti suara bapak-bapak.
Tiba-tiba saja saat jalan, dari belakang ada suara “diam dulu” dengan bahasa sunda, seperti suara bapak-bapak.
Rombongan Wawan mengira itu suara dari rombongan bapak-bapak yang ketemu di bawah.
Saat sudah ditungguin, ternyata rombongan bapak-bapak tersebut tidak kunjung terlihat.
Saat sudah ditungguin, ternyata rombongan bapak-bapak tersebut tidak kunjung terlihat.
Rombongan Wawan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Nah pas jalan lagi, Wawan dan teman-teman bertemu pohon besar yang di bawahnya ada lubang dan bisa masuk melalui lubang tersebut.
Nah pas jalan lagi, Wawan dan teman-teman bertemu pohon besar yang di bawahnya ada lubang dan bisa masuk melalui lubang tersebut.
Nah setelah putaran ke 3, Wawan mencium bau kemenyan. Wawan mencoba liat lagi ke belakang takutnya ada orang yang sedang menyalakan kemenyan.
Tapi ternyata tidak ada siapa-siapa. Kondisi sudah semakin sore.
Tapi ternyata tidak ada siapa-siapa. Kondisi sudah semakin sore.
Rombongan Wawan menghiraukan hal tersebut dan melanjutkan perjalanan.
Tidak jauh dari pohon tersebut rombongan Wawan melihat ada Goa yang memiliki 3 bilik di dalam Goa tersebut.
Dan di dekat Goa terdapat pancuran air yang katanya suka dibuat untuk mandi.
Tidak jauh dari pohon tersebut rombongan Wawan melihat ada Goa yang memiliki 3 bilik di dalam Goa tersebut.
Dan di dekat Goa terdapat pancuran air yang katanya suka dibuat untuk mandi.
Di tempat tersebut juga terdapat pohon dan mereka menemukan banyak pakaian dalam yang mana untuk proses “ritual” meninggalkan pakaian dalam.
Padahal kata tetangganya Wawan yang mengelola tempat ziarah makam Gunung Sunda, prosesi meninggalkan pakaian dalam itu sudah dimusnahkan.
Padahal kata tetangganya Wawan yang mengelola tempat ziarah makam Gunung Sunda, prosesi meninggalkan pakaian dalam itu sudah dimusnahkan.
Nah saat di jalur Goa tersebut, rombongan Wawan tidak melihat jalur untuk menuju ke puncak.
Saat bingung mencari jalur, dari belakang datang rombongan bapak-bapak yang ketemu Wawan di bawah.
Saat bingung mencari jalur, dari belakang datang rombongan bapak-bapak yang ketemu Wawan di bawah.
Rombongan bapak-bapak tersebut bertanya “Cu, kok belom berangkat?”
“Iya pak, kami ga ketemu jalur ke puncak, kok buntu ya.” jawab Wawan.
“Oh jalurnya itu turun ke bawah” jawab rombongan bapak-bapak tersebut.
“Iya pak, kami ga ketemu jalur ke puncak, kok buntu ya.” jawab Wawan.
“Oh jalurnya itu turun ke bawah” jawab rombongan bapak-bapak tersebut.
Ternyata jalur yang dikasih tau oleh rombongan bapak-bapak tersebut longsor. Makannya tidak terlihat seperti jalur.
Akhirnya rombongan Wawan turun ke bawah.
Akhirnya rombongan Wawan turun ke bawah.
Jalur yang dilaluinya cukup sulit karena naik dan turun yang lumayan terjal akibat longsor.
Akhirnya mereka sampai puncak dengan jalur yang cukup melelahkan sekitar jam 6 malam.
Akhirnya mereka sampai puncak dengan jalur yang cukup melelahkan sekitar jam 6 malam.
Gunung Sunda di sebelahnya ada Situ Lembang yang merupakan tempat latihan militer.
rombongan Wawan mendengar suara latihan tembakan dan teriakan-teriakan.
Jadi rombongan Wawan merasa aman karena ada suara dari latihan militer.
rombongan Wawan mendengar suara latihan tembakan dan teriakan-teriakan.
Jadi rombongan Wawan merasa aman karena ada suara dari latihan militer.
Sambil ngopi mengobrol, di dekat Gunung Sunda bisa lanjut ke Gunung Wayang. Wawan ingin mencoba untuk menuju Gunung Wayang namun gatau jalannya.
Di puncak Gunung Sunda mereka menyalakan api unggun. Tiba-tiba saja dari arah belakang tenda ada suara kresek-kresek. Wawan mengira itu hanya monyet gunung saja jadi menghiraukan tersebut dan lanjut tidur.
Sekitar jam 3 subuh, Wawan mendengar dari luar ada suara langkah kaki banyak pakai sepatu dan ada suara nesting yang ditinggal di luar seperti berisik ada yang memainkan.
Wawan masih mengira itu monyet saja, namun yang bikin bingung suara langkah kaki yang memakai sepatu.
Wawan membangunkan Asep dan Faisal untuk menanyakan apakah mereka juga mendengar suara tersebut.
Saat mereka bertiga sudah bangun, mereka mencoba ngecek keluar tenda.
Dan saat sudah dibuka dan melihat keadaan luar, ternyata puncak Gunung Sunda itu sepi tidak ada siapa siapa.
Saat mereka bertiga sudah bangun, mereka mencoba ngecek keluar tenda.
Dan saat sudah dibuka dan melihat keadaan luar, ternyata puncak Gunung Sunda itu sepi tidak ada siapa siapa.
Akhirnya mereka bertiga lanjut tidur lagi dengan perasaan yang lumayan merinding.
Asep dan Faisal sudah tidur duluan, Wawan mendengar kembali suara langkah kaki tersebut.
Dan akhirnya mencoba paksa untuk tidur.
Asep dan Faisal sudah tidur duluan, Wawan mendengar kembali suara langkah kaki tersebut.
Dan akhirnya mencoba paksa untuk tidur.
Setelah tidur Wawan mimpi bertemu kakek-kakek yang memakai pakaian serba hitam.
Dalam mimpi itu Wawan seperti dibawa jatuh ke jurang yang di bawahnya ada air. Dan mimpi itu terasa nyata.
Dalam mimpi itu Wawan seperti dibawa jatuh ke jurang yang di bawahnya ada air. Dan mimpi itu terasa nyata.
Setelah itu Wawan terbangun begitu saja dan ternyata Faisal sudah berada di luar tenda untuk melihat matahari terbit.
Wawan, Asep dan Faisal akhirnya menikmati pemandangan matahari terbit yang sedang indah-indahnya.
Wawan juga tidak menceritakan apa-apa tentang apa yang dimimpikannya.
Pagi hari mereka masak-masak untuk sarapan.
Wawan juga tidak menceritakan apa-apa tentang apa yang dimimpikannya.
Pagi hari mereka masak-masak untuk sarapan.
Akhirnya jam 9 pagi selesai makan, Asep nanya “Jamberapa nih kita turun?”
Wawan menjawab “Jam 10an aja kita turunnya, paling jam 12an siang kita sudah sampai rumah”.
Wawan menjawab “Jam 10an aja kita turunnya, paling jam 12an siang kita sudah sampai rumah”.
Jam 10 mereka berdoa mau pulang dan mereka turun melalui jalur resmi pendakian tidak melewati jalur kemarin saat naik.
Jalur pulang yang resmi pendakian itu lebih enak karena hanya satu jalur saja dan jalurnya jelas.
Jalur pulang yang resmi pendakian itu lebih enak karena hanya satu jalur saja dan jalurnya jelas.
Jalan pulang lah mereka bertiga sambil bercanda-bercanda, di jalur pulang mereka menemukan ada batu yang berisikan puisi gitu dari tahun 90an.
Jalan lagi dan sampai ketemu tanda “Perbatasan Subang dan Purwakarta”.
Jalan lagi dan sampai ketemu tanda “Perbatasan Subang dan Purwakarta”.
Mereka melanjutkan perjalanan dengan santai dan bercanda-canda,
“gimana ya kalau kita pulang malah muncul di daerah lain”
karena mereka bertiga ini tidak terlalu percaya akan hal-hal mistis.
“gimana ya kalau kita pulang malah muncul di daerah lain”
karena mereka bertiga ini tidak terlalu percaya akan hal-hal mistis.
Jalan lagi-lah mereka dan Asep mengatakan “apa bener ini jalannya? Kok kayaknya kita nyasar.”
Padahal Asep ini belum pernah naik ke Gunung Sunda ini, tapi malah Asep yang mengingatkan Wawan dan Faisal yang sudah pernah naik sebelumnya.
Padahal Asep ini belum pernah naik ke Gunung Sunda ini, tapi malah Asep yang mengingatkan Wawan dan Faisal yang sudah pernah naik sebelumnya.
Akhirnya Asep membuka Google Maps yang sudah di download secara offline untuk melihat peta.
Ternyata mereka bertiga malah mengarah ke Situ Lembang, sudah melenceng jauh dari jalur turun yang benar.
Ternyata mereka bertiga malah mengarah ke Situ Lembang, sudah melenceng jauh dari jalur turun yang benar.
Mereka berunding mau melanjutkan ke bawah apa jalan balik lagi ke atas.
Wawan juga sempat takut kalau melanjutkan ke bawah karena di bawah itu tempat latihan militer, takutnya terkena peluru nyasar ngeri juga.
Wawan juga sempat takut kalau melanjutkan ke bawah karena di bawah itu tempat latihan militer, takutnya terkena peluru nyasar ngeri juga.
Wawan sempat berpikir kok rombongan kita jadi mengalami nyasar begini yaa, padahal mereka di atas bercanda-canda tentang bagaimana ya kita kalau tersesat dan turun ternyata tim SAR sudah mencari kita.
Eh malah justru ini awal rombongan Wawan tersesat.
Eh malah justru ini awal rombongan Wawan tersesat.
Akhirnya memutuskan untuk balik lagi dan mencari jalur yang asli.
Pas di depan mereka menemukan tanda, belok kiri ke arah bawah. Awalnya mereka mengira itu jalur yang benar untuk turun ke bawah.
Pas di depan mereka menemukan tanda, belok kiri ke arah bawah. Awalnya mereka mengira itu jalur yang benar untuk turun ke bawah.
Saat sudah jalan lumayan jauh, ternyata di depan buntu dan ketemu jurang.
Dan Asep membuka peta lagi, mereka melenceng lagi makin jauh, padahal mereka sudah jalan kurang lebih 3 jam.
Dan Asep membuka peta lagi, mereka melenceng lagi makin jauh, padahal mereka sudah jalan kurang lebih 3 jam.
Mereka bingung harus bagaimana, Asep mengatakan kita coba trabas aja nih jalurnya, jalurnya lumayan ekstrem karena naik turun jurang dan jalurnya itu masih ketutup tumbuhan-tumbuhan liar.
Jalurnya juga banyak tumbuhan berduri, mereka menerabas saja menghiraukan kaki dan tangan yang sudah lecet-lecet oleh duri-duri dari tumbuhan.
Untungnya mereka membawa golok untuk menebas tumbuhan-tumbuhan tersebut.
Untungnya mereka membawa golok untuk menebas tumbuhan-tumbuhan tersebut.
Ternyata mereka memang salah untuk menerabas jalur Gunung Sunda tersebut. Ini memang masih Gunung yang vegetasinya lebat jarang ada orang yang mendaki.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti jalur air saja.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti jalur air saja.
Mengikuti jalur air lah mereka bertiga, dan di jalan Wawan melihat ada kotoran hewan seperti kotoran Macan Kumbang yang memang masih tinggal di dalam hutan Gunung Sunda tersebut.
Mulai panik lah mereka bertiga karena ini ancaman yang bener-bener bahaya kalau sampai ketemu Macan Kumbang tersebut.
Dan memang dipinggir jalur air itu banyak jejak dan bekas cakaran di pohon.
Dan memang dipinggir jalur air itu banyak jejak dan bekas cakaran di pohon.
Karena hanya Wawan yang tau akan hal tersebut, Wawan mencoba memendamnya sendiri untuk kepentingan bersama supaya Asep dan Faisal tidak ikut panik.
Berjalan lagi mereka bertiga dan ketemu air terjun yang lumayan tinggi, bingunglah mereka dan tidak mungkin balik lagi.
Posisi sudah sore dan mereka bertiga mulai melipir di sebelah kanan. Yang kondisinya itu seperti rawa-rawa dengan rumputnya itu tinggi-tinggi sedada.
Posisi sudah sore dan mereka bertiga mulai melipir di sebelah kanan. Yang kondisinya itu seperti rawa-rawa dengan rumputnya itu tinggi-tinggi sedada.
Yang paling ditakuti oleh Wawan jika di jalur tersebut ketemu ular dan hewan-hewan liar.
Mereka jalan lagi, sepanjangan jalan itu mereka melalui jalan yang naik dan turun jurang.
Mereka jalan lagi, sepanjangan jalan itu mereka melalui jalan yang naik dan turun jurang.
Waktu itu untungnya mental mereka bertiga masih aman, dan logistik juga masih bisa untuk satu hari.
Wawan merasa bersalah karena mengajak Asep dan Faisal ke Gunung Sunda dan malah menjadi tersesat.
Wawan merasa bersalah karena mengajak Asep dan Faisal ke Gunung Sunda dan malah menjadi tersesat.
Sepanjang hutan itu sering menemukan jejak macan, bahkan itu bekasnya masih baru dan cukup membuat Wawan merinding.
“kalau dari segi horor ini lebih takut lagi ya ini bener-bener ancaman nyata” ucap Wawan.
“kalau dari segi horor ini lebih takut lagi ya ini bener-bener ancaman nyata” ucap Wawan.
Mereka melanjutkan perjalanan lagi dan bertemu jalur yang enak seperti jalur bekas pemburu.
Dan mereka juga mendengar ada suara kendaraan dari kejauhan. Dengan kondisi kiri kanan masih lebat tumbuhan dan jalurnya juga merayap harus menunduk.
Dan mereka juga mendengar ada suara kendaraan dari kejauhan. Dengan kondisi kiri kanan masih lebat tumbuhan dan jalurnya juga merayap harus menunduk.
Mereka mengikuti jalur yang enak tersebut dan kaget bertemu pohon besar di depan mereka menutupi jalur. Dan saat dilihat kebawah itu ternyata jurang.
Pada akhirnya rombongan Wawan ini memutuskan untuk menuruni jurang tersebut.
Selama masih ada pohon yang bisa diraih dengan tangan.
Rombongan Wawan memberanikan diri untuk turun walau tebingnya curam.
Selama masih ada pohon yang bisa diraih dengan tangan.
Rombongan Wawan memberanikan diri untuk turun walau tebingnya curam.
Setelah berhasil turun dan menginjakkan tanah ternyata rombongan Wawan masih terjebak di tengah-tengah tebing yang mana di bawah mereka itu merupakan air terjun yang masih lumayan tinggi.
Mereka mencoba mencari tempat landai untuk mendirikan tenda dan beristirahat sejenak.
Mereka mencoba mencari tempat landai untuk mendirikan tenda dan beristirahat sejenak.
Di tengah-tengah kondisi yang mencekam seperti itu, Faisal berbicara bagaimana kalau kita berdoa bareng-bareng, minta maaf ke siapapun siapa tau ada yang terganggu di sini, kita minta maaf. Dan kita sholat dulu.
Tiba-tiba saja setelah itu semua terlaksanakan, dering telepon berbunyi
*tringg* *tringg*
“Kamu di mana?” tanya oleh orang yang dari telepon
“Ini saya tersesat di Gunung Sunda ga bisa pulang” jawab Faisal
*tringg* *tringg*
“Kamu di mana?” tanya oleh orang yang dari telepon
“Ini saya tersesat di Gunung Sunda ga bisa pulang” jawab Faisal
Setelah informasi dari orang yang menelpon Faisal tersebar dan juga kakaknya Wawan ini juga sudah mendapatkan informasi bahwa adeknya itu tersesat di Gunung Sunda langsung melakukan aksi pencarian pada malam hari.
Secercah harapan muncul setelah menerima telepon. Namun rasa pasrah apakah rombongan Wawan ini dapat ditemukan dengan kondisi selamat.
Mereka hanya pasrah saja sambil berdoa dan mempersiapkan makanan.
Mereka hanya pasrah saja sambil berdoa dan mempersiapkan makanan.
Rombongan Wawan sampai saling tali temali satu dengan lainnya untuk berjaga-jaga apabila ada yang longsor dapat berpegangan pada yang lain.
Mereka bertiga mencoba untuk tidur, seperti mimpi Wawan merasa di depannya ada sosok perempuan seperti kuntilanak.
Sosok tersebut seperti menertawai rombongan Wawan.
Dan Wawan langsung terbangun.
Sosok tersebut seperti menertawai rombongan Wawan.
Dan Wawan langsung terbangun.
Wawan langsung mencoba menyalakan HPnya ternyata ada sinyal, notifikasi dari HPnya langsung pada masuk.
Beberapa pesan menanyakan posisi rombongan Wawan ada di sebelah mana..
Beberapa pesan menanyakan posisi rombongan Wawan ada di sebelah mana..
Ternyata berita hilangnya rombongan Wawan hilang di Gunung Sunda itu sudah menyebar.
Dan ketika ada informasi tersebut tersebar, keluarga Wawan langsung menanyakan ke paranormal gitu “Bagaimana kondisi rombongan Wawan di Gunung Sunda?”
Dan ketika ada informasi tersebut tersebar, keluarga Wawan langsung menanyakan ke paranormal gitu “Bagaimana kondisi rombongan Wawan di Gunung Sunda?”
“Ini anak emang masih selamat tapi jalannya masih ketutup, saya dari sini akan coba untuk bantu bukakan jalannya” ucap paranormal tersebut.
Dan Wawan membaca pesan dari grup keluarganya.
Dan Wawan membaca pesan dari grup keluarganya.
Betapa kagetnya Wawan mendapatkan informasi bahwa sebelumnya ada pendaki yang menghilang di Gunung Sunda dan ditemukan tinggal tulang belulangnya saja.
Rasa sedih dan haru menyelimuti Wawan saat membaca grup dan rombongan Wawan dinyatakan telah hilang,
Dalam hati Wawan berkata
“nyesel juga biasanya kita yang mendengar cerita orang dicari tim SAR, sekarang saya, Faisal dan Asep yang dicari oleh tim SAR”.
Dalam hati Wawan berkata
“nyesel juga biasanya kita yang mendengar cerita orang dicari tim SAR, sekarang saya, Faisal dan Asep yang dicari oleh tim SAR”.
Setelah itu Wawan kepikiran untuk mengirimkan lokasinya ke dalam grup keluarganya. Tidak lama setelah mengirimkan lokasi, HP Wawan kehabisan daya.
Dan Wawan ketiduran kembali, Wawan bermimpi di depannya ada warung dan ada bapak-bapak yang jaga. Wawan belanja di warung tersebut dan bertanya “Pak, kalau jalan pulang ada ga? Kan bapak dari sini, saya ga nemu-nemu jalan”
“Itu ke atas langsung melipir ke kiri sendikit, itu jalannya.” kata bapak-bapak yang menjaga warung tersebut.
Setelah itu Wawan terbangun dan langsung cerita ke Asep dan Faisal.
Setelah itu Wawan terbangun dan langsung cerita ke Asep dan Faisal.
Dan ternyata setelah Wawan bercerita ke Asep dan Faisal. Mereka berdua juga mendapatkan mimpi yang sama, mimpi ditunjukkan jalan pulang. Mereka siap-siap terlebih dahulu untuk mencoba jalan yang didapatkan dari mimpi.
Tapi mereka juga bingung kalau-kalau tim SAR datang dan rombongan Wawan sudah jalan bagaimana.
Mereka bertiga bersepakat, kalau sampai jam 8 pagi tidak ada tanda-tanda tim SAR, mereka akan jalan. Karena persediaan air juga sudah menipis untuk masak.
Mereka bertiga bersepakat, kalau sampai jam 8 pagi tidak ada tanda-tanda tim SAR, mereka akan jalan. Karena persediaan air juga sudah menipis untuk masak.
Sekitar jam 6 pagi, terdengar ada suara yang teriak. Rombongan Wawan sudah beres-beres setelah memasak logistik untuk mengisi tenaga.
Suara tersebut terdengar pantulan tapi gatau tepatnya dari arah mana.
Suara tersebut terdengar pantulan tapi gatau tepatnya dari arah mana.
Setelah matahari menyingsing menyinari tempat Wawan, Asep dan Faisal berada. Betapa kagetnya mereka bertiga, lokasi mereka bertumpu itu benar-benar di antara jurang, ke bawah curam dan ke atas tebing yang sangat tinggi.
Sekitar jam setengah 7 rombongan Wawan coba melihat-lihat sekitar berjalan ke arah atas. Dan ternyata ada jalan, saat malam sama sekali tidak terlihat karena gelap dan kabut.
Dan setelah pagi, ternyata jalurnya di atas itu ada.
Dan setelah pagi, ternyata jalurnya di atas itu ada.
Sekitar 10 menit jalan ke atas, Asep berada di depan menebas-nebas jalur dan ternyata rombongan Wawan bertemu tim SAR.
Dan Wawan merasakan haru ternyata rombongan Wawan masih diberikan keselamatan dari tragedi Gunung Sunda ini.
Dan Wawan merasakan haru ternyata rombongan Wawan masih diberikan keselamatan dari tragedi Gunung Sunda ini.
Sebelumnya juga Wawan pernah mendaki gunung di luar daerah Wawan sendiri dan baik-baik saja. Malah saat mendaki Gunung Sunda yang berada di tempat tinggalnya Wawan.
Wawan malah mengalami tragedi yang membuat Wawan lebih mawas diri.
Wawan malah mengalami tragedi yang membuat Wawan lebih mawas diri.
“Gunung ga bisa dibikin main-main, bener-bener kesalahan saya juga, sempet sombong di atas jadi akhirnya saya kesasar tapi Alhamdulillah saya dan teman-teman selamat” Wawan pendaki yang selamat dari tragedi Gunung Sunda.
Dan temannya Wawan yang bernama Faisal juga mengalami hal-hal di luar nalar.
Bagaimana kisah lengkapnya?
youtube.com
Bagaimana kisah lengkapnya?
youtube.com
Loading suggestions...