Martsad memeluk agama islam dan menjadi pemuda yang taat dan patuh pada semua perintah dan larangan Baginda Nabi, sedangkan Anaq masih dalam keadaan musyrikah.
Martsad merupakan pemuda yang gagah dan memiliki tubuh kekar, salah satu tugas yang ia emban adalah membebaskan
Martsad merupakan pemuda yang gagah dan memiliki tubuh kekar, salah satu tugas yang ia emban adalah membebaskan
Dan membawa orang-orang yang ditawan di Makkah untuk dibawa ke Madinah.Ia berkisah:
Pada suatu malam gulita, ketika aku hendak melaksanakan aksi untuk membebaskan tawanan, aku bersembunyi di balik bayangan rapatnya tembok-tembok di kota Makkah, tiba-tiba seorang mendatangi ku,
Pada suatu malam gulita, ketika aku hendak melaksanakan aksi untuk membebaskan tawanan, aku bersembunyi di balik bayangan rapatnya tembok-tembok di kota Makkah, tiba-tiba seorang mendatangi ku,
dia setengah berteriak dengan suara tercekat, "Martsad!, Kahkah itu?" Ternyata suara seorang perempuan, aku mengenali suaranya,Anaq!
Selamat datang Martsad, betapa senangnya aku bertemu denganmu malam ini, mari ikut aku, menginaplah di tempatku malam ini
Selamat datang Martsad, betapa senangnya aku bertemu denganmu malam ini, mari ikut aku, menginaplah di tempatku malam ini
Tidak bisa Anaq, Allah mengharamkan perbuatan zina, islam menjadi penghalang hubungan di antara kita
Kau tidak bisa menolak Martsad, atau aku akan berteriak agar semua orang menangkapmu
Jangan, kau tak boleh melakukan itu Anaq
Tolong Wahai penduduk Makkah,
Kau tidak bisa menolak Martsad, atau aku akan berteriak agar semua orang menangkapmu
Jangan, kau tak boleh melakukan itu Anaq
Tolong Wahai penduduk Makkah,
ada seorang yang hendak membebaskan tawanan kalian
Tiba-tiba dia berteriak lantang , dan secara cepat datanglah tujuh orang dari penduduk Mekkah, mereka menghunuskan senjata mengejarku, aku lari sekecangnya, terjerembab dalam parit, bangun lagi. Mereka terus mengejarku
Tiba-tiba dia berteriak lantang , dan secara cepat datanglah tujuh orang dari penduduk Mekkah, mereka menghunuskan senjata mengejarku, aku lari sekecangnya, terjerembab dalam parit, bangun lagi. Mereka terus mengejarku
Hingga aku bersembunyi dlm gua, mereka tak berhasil menemukanku & pulang dalam keadaan kecewa.
Ketika keadaan mulai tenang, aku menyusul tawanan ku, aku bawa dia menuju Madinah, dalam perjalanan dia tak mampu berjalan sendiri, maka aku terpaksa menggendongnya sejauh puluhan mil
Ketika keadaan mulai tenang, aku menyusul tawanan ku, aku bawa dia menuju Madinah, dalam perjalanan dia tak mampu berjalan sendiri, maka aku terpaksa menggendongnya sejauh puluhan mil
Sampai akhirnya aku sampai Madinah dalam keadaan tertatih, kakiku penuh luka. Aku menemui Rasulullah, aku ceritakan semua kejadian, dan aku bertanya pada beliau Wahai Rasulullah, bolehkah aku menikahi Anaq? Beliau terdiam. Aku mengulangi pertanyaanku. Beliau terdiam lagi,
Kemudian beliau membacakan Surah An Nur ayat 3.
Sungguh pertanyaan Martsad pada Baginda Nabi, membuka tabir, bahwa ketika ia menolak ajakan Anaq, ia masih benar-benar mencintai Anaq. Sungguh apa yang dikatakan Martsad malam itu tidak seringan apa yang kita dengarkan,
Sungguh pertanyaan Martsad pada Baginda Nabi, membuka tabir, bahwa ketika ia menolak ajakan Anaq, ia masih benar-benar mencintai Anaq. Sungguh apa yang dikatakan Martsad malam itu tidak seringan apa yang kita dengarkan,
Kalimat itu diucapkan dengan hati yang masih bergemuruh karena rindu, dengan jiwa yang masih membara terbakar cinta, tapi dia tau bahwa Allah dan Rasul-Nya, berkata tidak, maka meskipun nafsunya seribu kali mengatakan iya, meskipun hatinya menangis merintih memohon
Ia akan tetap mengatakan tidak, ia memilih Allah dan Rasul-Nya, di atas segalanya, bahkan diatas segala keinginan dan nafsunya.
Martsad adalah contoh nyata seorang pemuda yang dalam hadits Qudsi di sebutkan
Martsad adalah contoh nyata seorang pemuda yang dalam hadits Qudsi di sebutkan
الشاب المؤمن بقدرى الراضى بكتابى القانع برزقى التارك لشهوته من أجلى هو عندى
كبعض ملائكتى
Pemuda yg beriman dg Takdir Ku, ridho dg semua ketetapan Ku, menerima dengan lapang rizki dari Ku, meninggalkan syahwatnya demi Ridho Ku, maka dia di sis Ku setara dg para Malaikat-Ku.
كبعض ملائكتى
Pemuda yg beriman dg Takdir Ku, ridho dg semua ketetapan Ku, menerima dengan lapang rizki dari Ku, meninggalkan syahwatnya demi Ridho Ku, maka dia di sis Ku setara dg para Malaikat-Ku.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab Sunan beliau dengan sanad yang Hasan ( 3101/3177 )
جاري تحميل الاقتراحات...