FIKIH ATAU TASAWUF?
Oleh : KH. Baha'uddin Nur Salim
Keyakinan saya sampai saya bertemu Tuhan Tidak ada ilmu se-barokah ilmu fikih. Saya ulangi lagi Tidak ada ilmu se-barokah ilmu fikih. Meskipun tasawuf ya barokah, tapi tetep jauh.
Oleh : KH. Baha'uddin Nur Salim
Keyakinan saya sampai saya bertemu Tuhan Tidak ada ilmu se-barokah ilmu fikih. Saya ulangi lagi Tidak ada ilmu se-barokah ilmu fikih. Meskipun tasawuf ya barokah, tapi tetep jauh.
Jadi,orang sekarang itu ngawur sekali kalau mengatakan tasawuf itu diatas fikih, itu keliru sekali.
Kita bisa mengikhlaskan amal itu setelah lolos uji fikih. Jadi misalnya saya shalat, saya ikhlaskan untuk Allah Status shalat itu harus benar dulu, ada Fatihahnya, ada ruku'nya,
Kita bisa mengikhlaskan amal itu setelah lolos uji fikih. Jadi misalnya saya shalat, saya ikhlaskan untuk Allah Status shalat itu harus benar dulu, ada Fatihahnya, ada ruku'nya,
ada sujudnya. Org status shalatnya saja tidak benar kok bilang di ikhlaskan, di ikhlaskan mbah'e.
Itukan seperti sodaqoh, itu pakai harta, hartanya halal, baru di sodaqohkan, baru di ikhlaskan. Kalau hartanya saja sudah tidak halal, atau ga ada sama sekali yang penting ikhlas,
Itukan seperti sodaqoh, itu pakai harta, hartanya halal, baru di sodaqohkan, baru di ikhlaskan. Kalau hartanya saja sudah tidak halal, atau ga ada sama sekali yang penting ikhlas,
Yo di ikhlaskan kakekmu.yang penting mengajar itu ikhlas, orang mengajar saja tidak laku kok ikhlas.
Yg sangat disayangkan masyarakat kita lebih gemar terhadap tasawuf daripada fikih, padahal fikih wudhu, najis dan shalat yang sangat2 wajib dipelajari, yang dilakukan se hari²
Yg sangat disayangkan masyarakat kita lebih gemar terhadap tasawuf daripada fikih, padahal fikih wudhu, najis dan shalat yang sangat2 wajib dipelajari, yang dilakukan se hari²
ternyata masih banyak yang belum paham. Dan sayangnya lagi, belajar tasawuf nya pun banyak yang tidak dengan guru mumpuni, bahkan banyak yang menghayal sendiri.
Sumber : youtu.be
Sumber : youtu.be
جاري تحميل الاقتراحات...