#SahabatIbadah
#SahabatIbadah

@BincangSyariah

11 Tweets 6 reads Dec 22, 2022
sudah jadi hal wajar kalau apapun yang kita lakukan harus menghasilkan uang, dari mulai berbagi tapi dikontenin biar dapat adsense sampai menolong orang pun milih supaya pertolongan ini enggak sia-sia.
tapi, apakah mencari rejeki harus sampai seperti itu?
(1/9)
bekerja bisa jadi salah satu bentuk ikhtiar dalam mencari rejeki, tapi jangan sampai ikhtiar ini rusak karena kecewa dengan rejeki yang didapat tidak sesuai dengan usaha yang sudah dilakukan.
(2/9)
rejeki kita sudah dicatat, jadiin bekerja sebagai ibadah aja supaya apapun hasilnya, besar atau pun kecil rejeki yang didapat, bisa dihitung sebagai pahala karena menjadikan kerja sebagai ibadah.
(3/9)
ada lima golongan manusia dalam mencari rejeki, empat di antaranya termasuk bahaya.
(4/9)
kafir bukan selalu tentang orang yang tidak beriman kepada Allah, tidak mengakui rejeki dari Allah pun bisa disebut kafir karena menyembunyikan kebenaran kalau rejeki dari Allah.
(5/9)
menganggap usaha kita sama sejajar dengan ketentuan Allah pun ciri orang musyrik, karena sama aja kita menyekutukan Allah dengan usaha kita.
(6/9)
masih ragu besok kita masih dapat rejeki dari Allah atau tidak ini ciri munafik, percaya rejeki dari Allah tapi ragu kalau Allah tidak akan melupakan kita yang jelas sangat membutuhkan rejeki-Nya.
(7/9)
ini jelas banyak dari kita yang seperti ini, yakin Allah akan selalu memberi kita rejeki tapi ibadah kita tidak bertambah dan maksiat kita makin variatif.
(8/9)
semoga kita semua bisa ada di tahap ini, meyakini rejeki dari Allah dan usaha kita sebagai sebab Allah memberikan rejeki-Nya, karena usaha yang sudah kita lakukan baik dengan cara bekerja atau pun berdagang.
(9/9)
semoga kita bisa naik level jadi golongan yang kelima😁
aamiin yaAllah🀲

Loading suggestions...