12 Tweets May 15, 2023
~ Mengenang Riyanto, dan Sejarah Paling Kelam Bom Natal di Indonesia~
Desember 2000, 12 kota di Indonesia menjadi target serangan bom gereja dalam skala besar.
Setidaknya 38 bom diledakkan oleh jaringan Jamaah Islamiyah. Beberapa diantaranya meledak secara premature.
Belasan gereja menjadi korban.
Dokumen pusat informasi Kompas menyebu setidaknya 20 orang tewas, 35 luka berat, 48 cedera. Termasuk wanita dan anak2.
Diantara korban tewas adalah Riyanto.
@toniheru
@danaracelli
@setro_gm
Alm. Riyanto adalah seorang muslim yg taat, sederhana, yg berkhidmat sbg anggota Banser NU Mojokerto yg malam itu bertugas membantu pengamanan di gereja Ebenhaezer Mojokerto.
Semula, misa malam Natal saat itu berlangsung khusuk, namun hanya berlangsung separuh jalan.
20.30 WIB, seorang jemaat curiga pada sebuah bungkusan tak bertuan di depan pintu masuk gereja.
Di dalamnya nampak sepasang kabel, tiba-tiba ada percikan api. Alm. Riyanto yg sdg memeriksa bungkusan langsung berteriak, β€œTiaraaaapp!” dan segera membawa lari keluar ruangan.
Ia melemparkan bungkusan bom ke dlm tong sampah, namun gagal.
Alm. Riyanto lalu berinisiatif memungut kembali untuk dimasukkan ke saluran air yg lebih jauh lagi dari posisi jemaat.
Allah SWT berkehendak lain, bom keburu meledak. Tubuh almarhum terpental hampir 50 mtr πŸ˜₯
Hampir 3 jam kemudian, tubuh alm. Riyanto baru ditemukan di sebelah utara kompleks gereja, 50 meter dari pusat ledakan.
Seorang muslim sejati, yg mengikuti perintah Rasulullah unt menjamin rasa aman otang lain, bahkan bagi yg tidak seagama dengannya, telah gugur malam itu.
Tentang Riyanto, alm. Gus Dur pernah mengatakan β€œRiyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan. Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya."
Mungkin itulah sebenar2nya makna jihad, simak dhawuh Al Habib Ali berikut ini,
Malam 24 Desember 2000 bisa jadi adalah lembaran paling kelam dlm sejarah terorisme di Indonesia.
Hanya dlm waktu semalam, belasan gereja diserang secara masif dan terencana oleh satu jaringan kelompok teror, Jamaah Islamiyah
Pasca kejadian tsb, hampir setiap tahun kelompok yg sama melakukan aksi serupa.
Pengumpulan dana, persiapan logistik, pelatihan bersenjata, dan aksi2 sporadis terus mereka lakukan. Sampai dg saat ini.
Bagaimana situasi terakhir?
Masih ada penangkapan dlm beberapa hari terakhir. Sumut dan Jabar-Jateng.
Penangkapan dlm skala sebesar ini, tentu mengindikasikan keseriusan aparat keamanan dlm mengamankan ibadah Natal.
Akhir tahun memang perlu diwaspadai.
Pengamat terorisme Ali Chaidar menyatakan "Kelompok dan sel2 teroris masih sangat banyak di Jawa Barat, Surabaya, Sumatera Utara, dan juga Makassar. Jadi memang masih harus ekstra waspada"
google.com
Apapun itu, kita percayakan pd aparat keamanan. Densus 88 AT Polri tentu telah berupaya keras melakukan upaya antisipasi.
Tdk perlu takut, namun tetap waspada.
~

Loading suggestions...