NailulAuthor
NailulAuthor

@Bianisme

5 Tweets 44 reads Feb 11, 2023
Kebenaran versi manusia itu bersifat Nisbi.
contoh : Alqur'an itu kebenaran Mutlak dari Allah, sedang penafsirannya bersifat nisbi ( relatif ), karena para mufassirin tidak pernah mengklaim bahwa tafsir ayat yg mereka tafsiri adalah kebenaran mutlak, maka dari itu,
mereka tidak pernah mengklaim bahwa tafsir mereklah yg paling benar, bukan itu saja para Aimmah Ar'bah ( Mujtahid Mutlak ) tidak pernah mengklaim bahwa ijtihad mereka adalah kebenaran mutlak..
kita sebagai muqallid (yg bertaqlid kepada para imam ) hanya mengambil
pendapat yg menurut Guru Guru kami mendekati kebenaran, demikian pula dalam Tafsir Tafsir Alqur'an.
sekali lagi kebenaran versi kita adalah relatif, karena ketebatasan kita sebagai manusia yg tidak bersifat Ma'shum seperti Nabiy Muhammad Shollaulah Alaihi.
Sekali lagi, benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain, keyakinan kita benar itu hanya untuk kita yakini bahwa itu benar, bukan memaksa orang lain harus meyakini keyakinan kita.
kita semua masih dalam perjalanan menuju kebenaran Absoulut yaitu Allah Jalla jalaluhu
makanya di dalam Sholat kita masih meminta kepada Allah
'Ihdinas shirotol Mustaqim' kita meminta untuk ditunjuki jalan yg ( lurus ) benar.
Waullah a'lam

Loading suggestions...