Hafidz ALATTAS
Hafidz ALATTAS

@HafidzAlattas

7 Tweets 12 reads Oct 23, 2022
Di sebuah warung terjadi obrolan antar warga.
"Raja, sedang sakit perut sudah berbulan-bulan tak kunjung sembuh. Padahal sudah banyak tabib yang mencoba mengobatinya."
"Aku bisa insya Allah."
Semua mata mengarah kepada orang yang mengatakan dirinya sanggup mengobati raja.
Ternyata dia adalah seorang waliyullah yang tak dikenal orang. Kerjanya mengembara dari kota ke kota. 
"Kalau kau sanggup obatilah raja."
Lalu salah seorang dari mereka yang duduk mengantarnya menghadap raja.
"Apa benar kau sanggup mengobatiku, hai orang asing?"
"Sanggup insya Allah. Tetapi aku memiliki syarat."
"Apa syarat darimu, aku akan menyetujuinya, sebab aku sudah tak mampu menahan sakitku lagi."
"Syaratnya adalah, jika aku dapat menyembuhkanmu, maka kerajaanmu menjadi milikku."
"Apakah kau gila? Bagaimana mungkin aku menyerahkan kerajaanku kepadamu?"
"Terserah kepada raja, jika raja menginginkan kesembuhan perut raja yang terus membesar itu, maka penuhi syarat saya. Jika tidak maka saya akan meninggalkan raja."
Karena raja tak tahan lagi thd sakitnya,
Sang waliyullah, mengusap perut raja sambil membaca doa kepada Allah.
Tiba-tiba raja buang angin, yang sangat keras dan lama sekali. Dan atas izin Allah, penyakit raja pun sembuh seketika.
"Wahai orang asing, aku tak pernah ingkar janji. Kerajaanku sekarang ini jadi milikmu."
"Wahai raja, kerajaanku ini, aku hadiahkan lagi kepadamu. Aku hanya ingin memberi pelajaran kepadamu, bahwa kerajaanmu beserta isinya hanyalah senilai dengan "kentut"mu tadi. Maka tak ada yang perlu kau sombongkan."
Selesai mengucapkan hal itu, sang waliyullah pergi
meninggalkan raja, dan menghilang di tengah-tengah kerumunan manusia.
{ust husinnabil assegaf}

Loading suggestions...