Imamul Imam
Imamul Imam

@1mamulimam

21 Tweets 3 reads Aug 29, 2022
MENTERI YANG DENGKI
Abu Ishaq Al-Mu’tashim bin Harun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Al-Mu’tashim Billah ialah khalifah Bani Abbasiyah pada kisaran tahun 833-843 M. Khalifah Al-Mu’tashim Billah merupakan orang yang mempunyai kedisiplinan tinggi, bertubuh kekar dan kuat.
Namun ada kisah lain tentang orang di sekitarnya.
Pada masa kepemimpinan Al- Mu’tashim Billah, ada seorang laki2 saleh yg dipercaya oleh sang khalifah karena sikap dan perbuatannya yang baik.Lelaki saleh ini bahkan diperbolehkan masuk ke kamar sang khalifah untuk menasehatinya.
Namun kebaikan dan kesalehan seorang laki-laki ini tidak disukai oleh seorang menteri dari Khalifah Al-Mu’tashim Billah. “Kalau laki-laki ini tidak kubunuh, ia akan mengambil hati amirul mukminin dan akan menjauhkanku darinya,” gerutu sang menteri.Ia terus memikirkan hal
yang harus dilakukan
untuk mempertahankan kedudukannya sebagai menteri. Tentu juga agar khalifah Al-Mu’tashim Billah tidak lagi percaya pada lelaki saleh yang keberadaannya mengancam eksistensinya Pada suatu waktu sang menteri masuk ke dalam ruangan dan mulai menghasut
Khalifah al-Mu’tashim Billah agar ia tak lagi percaya pada sang lelaki saleh Wahai Khalifah al-Mu’tashim Billah, lelaki saleh itu telah mengatakan ke semua orang bahwa mulutmu itu berbau tidak sedap, sungguh jika engkau tidak percaya, undang dan berbicaralah di depan
lelaki saleh tersebut maka ia akan menutup mulut dan hidungnya,” hasut sang menteri,Kalau benar seperti itu, maka undanglah lelaki itu untuk menemuiku,titah sang khalifah. Namun sebelum perdana menteri menyampaikan undangan Khalifah Al-Mu’tashim Billah,
Sang menteri terlebih dahulu mengundang lelaki saleh dan mengajaknya untuk makan jamuan yang berbahan bawang putih.
Tak lama berselang ketika ia selesai makan, sang menteri menyampaikan undangan Khalifah Al-Mu’tashim Billah kepada lelaki itu.
Hai lelaki saleh,aku ingin menyampaikan bahwa Khalifah Al-Mu’tashim Billah mengundangmu untuk datang menemui beliau. Namun aku memberi tahumu bahwa Khalifah Al-Mu’tashim Billah tdk suka pada bau bawang putih,padahal kita baru saja memakan makanan yg mengandung bau bawang putih.
Maka, nanti agar Khalifah Al-Mu’tashim Billah tidak mencium bau bawang putih
Sebaiknya ketika kau bertemu dan berbicara dengan Khalifah Al-Mu’tashim Billah, tutuplah mulutmu!” Lelaki saleh itu pun mempercayai begitu saja apa yang disampaikan oleh sang menteri tersebut.
Lelaki saleh tersebut berangkat memenuhi undangan dari Khalifah Al-Mu’tashim Billah, ia masuk ke dalam ruangan sang khalifah dan mereka berbincang seperti biasanya. Mendekatlah wahai lelaki saleh,perintah sang khalifah. Lelaki saleh bergegas mendekat sembari ia menutup mulutnya.
Khalifah al-Mu’tashim Billah mengajak lelaki saleh berbicara namun tetap saja lelaki saleh itu menutup mulutnya Ternyata apa yang dikatakan oleh menteri itu benar adanya,” pikir sang khalifah. Meledaklah rasa marah Khalifah Al-Mu’tashim Billah kepada lelaki saleh,
Dan ia berniat memberi hukuman mati secara diam-diam.Khalifah al-Mu’tashim Billah menyuruh lelaki saleh itu pergi mendatangi pengawalnya dengan membawa surat dari sang khalifah. Belum sampai pada tujuannya di tengah perjalanan lelaki saleh bertemu dengan sang menteri.
Setelah kamu bertemu dengan Khalifah Al-Mu’tashim Billah apa yang kamu peroleh?” tanya sang menteri.Aku mendapatkan surat dari Khalifah Al-Mu’tashim Billah. Aku diperintahkan untuk menemui pengawalnya dengan membawa surat ini,” jawab lelaki saleh.
Sang menteri yang memiliki sifat dengki dan rakus ini menganggap bahwa isi dalam surat itu adalah hadiah harta yang sangat mewah yang diberikan khalifah kepada lelaki saleh. “Kalau begitu biarkan aku saja yang membawa surat itu ke pengawal sang khalifah.
Surat itu akan kutukar dengan uang 1000 dinar,
bujuk sang menteri. Lelaki saleh itu pun setuju saja dan memberikan surat khalifah kepada sang menteri Dengan riang gembira perdana menteri memberikan surat tersebut kepada kepala pengawal khalifah.
Kepala pengawal membaca surat tsb & menyampaikan isi dari surat tersebut kepada sang menteri. Wajah sang menteri tiba2 putus asa karena sangat terkejut dg apa yg disampaikan kepala pengawal kepada dirinya.
Sang menteri sempat mengelak bahwa surat yg dibawanya bukanlah miliknya.
Namun kepala pengawal menyatakan bahwa org yg membawa surat tersebut harus dihukum mati dan pengawal harus segera mengeksekusinya.
Pada suatu waktu, Khalifah Al-Mu’tashim Billah tiba2 resah teringat kpd lelaki saleh & sang menterinya yg sudah lama tak terlihat lagi ke istana.
Kemana menteriku satu itu, sudah lama aku tak melihatnya datang ke istana?” tanya sang khalifah kepada para pengawalnya.
Namun pengawal khalifah tidak ada yang tahu keberadaan dan sebab sang menteri tidak lagi ke istana. Sang khalifah juga mengajukan pertanyaan kepada
Para pengawalnya tentang nasib
Lelaki saleh itu, para pengawalnya pun sontak menjawab bahwa lelaki saleh itu hidup makmur di luar kota,Khalifah sangat kaget bukan kepalang.Khalifah segera mengutus para pengawal pergi ke luar kota dan membawa lelaki saleh itu untuk menemuinya.
Kenapa kamu masih bisa hidup dengan makmur? Lalu kenapa juga engkau menceritakan bahwa mulutku berbu busuk di hadapan orang banyak?” interogasi sang khalifah. “Demi Allah aku tak mungkin melakukan itu wahai Amirul Mukminin,” jawab lelaki saleh kaget.
Lelaki saleh itu pun menceritakan kisahnya dari awal hingga akhir. Hingga akhirnya khalifah
Paham dan mengangkat lelaki saleh tersebut menjadi menteri
Sumber: Muhammad bin Abdullah Al-Jurdani Al-Dimasyqi dalam kitab Al-Jawahir Al-Lu’lu’iyah syarh kitab Al-Arbain Al-Nawawiyyah.

Loading suggestions...